Zubair bin Awwam dan Derap Kudanya dalam Memperjuangkan Islam

Zubair bin Awwam dan Derap Kudanya dalam Memperjuangkan Islam.

Teman-teman pernah mendengar kisah seorang sahabat Nabi Saw yang memperjuangkan Islam dan pandai menunggangi kuda? Ya, dialah Zubair bin Awwam.

Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay adalah nama dan nasabnya. Zubair rupanya sepupu Nabi Saw, dia adalah anak dari bibi Nabi Saw yang bernama Shafiyah binti Abdul Muthallib. Zubair memiliki nama panggilan (kunyah) Abu Abdillah. Zubair bin Awwam masuk Islam ketika usianya 16 tahun.

Kabar keislaman Zubair sampai di telinga pamannya yang musyrik, seketika Zubair dikurung di dalam sebuah rumah yang dipanasi dengan api. Hal itu dilakukan agar keimanan Zubair goyah dan meninggalkan Islam. Namun usaha pamannya sia-sia, karena Zubair berkata kepada pamannya, “Aku tidak akan murtad dari Islam untuk selama-selamanya.”

Zubair bin Awwam dikenal hebat dalam menunggang kuda. Selain itu Ia juga ahli dalam memimpin prajurit. Zubair menunggang kuda dengan mengenakan sorban kuning yang dinyatakan bahwa para malaikat turun serupa dengan tampilannya.
Zubair adalah orang pertama yang menghunus pedangnya setelah tersiar desas-desus kabar bahwa Nabi Saw terbunuh dalam perang Uhud.

Zubair berhasil mencerai-beraikan pasukan Malik bin ‘Auf, pemimpin wilayah Hauzan, dengan panglima tentara orang-orang musyrik dalam perang Hunian. Karena itu pasukan musuh menjadi berantakan dan akhirnya Zubair berhasil memukul mundur pasukan tersebut. Tak hanya itu, Zubair juga menjadi salah satu sahabat bersama Abu Bakar dan 70 orang dari kaum Muslim lainnya untuk mengusir orang-orang musyrik pasca perang Uhud. Maasya Allah, luar biasa sosok Zubair bin Awwam ini ya teman-teman!

Bahkan dari sebuah hadis yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ لِكُلِّ نَبِىٍّ حَوَارِيًّا ، وَحَوَارِىَّ الزُّبَيْرُ

“Setiap Nabi itu punya seorang Hawariyyun (pengikut setia). Pengikut setiaku adalah Az-Zubair.” (HR. Bukhari)

Zubair bin Awwam wafat dibunuh oleh Umair bin Jurmuz pada tahun 36 H saat perang Jamal. Zubair dan Thalhah serta Ummul Mukminin keluar pada perang Jamal tersebut. Dari kisah Zubair bin Awwam ini, banyak sekali hal yang bisa kita teladani diantaranya kepandaian Zubair menunggang kuda. Berkuda adalah satu olah raga yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw.

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (HR Bukhari Muslim).

Dalam riwayat hadits lain Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yg mengikat (memelihara) seekor kuda di jalan Allah, kemudian ia memberinya makan dg tangannya, maka baginya dari setiap biji satu kebaikan” (HR Ibnu Majah).

Yuk kita teladani kepandaian Zubair bin Awwam dalam menunggang kuda dengan menyenangi olahraga berkuda.