Wahai Ibu, Demi Ilmu Aku Rela Jauh dari Pelukanmu

 

Melepas ananda tercinta untuk melakukan rihlah ilmiah untuk menuntut ilmu di tempat yang jauh dengan rumah tentu bukan hal yang mudah bagi kita sebagai orang tua.

Namun tahukah Ayah dan Bunda rihlah ilmiah untuk menuntut ilmu ini adalah bagian dari tradisi Islam? Tradisi ini bahkan diawali oleh Nabi Saw yang mengutus beberapa sahabat sebagai guru untuk mengajarkan Islam ke berbagai penjuru dunia. Peristiwa yang paling terkenal jadi awal rihlah ilmiah ini adalah pengiriman sahabat Mu’adz bin Jabal ke Yaman.

Bahkan Ibnu Khaldun di dalam al-Muqaddimah berkata:
“Sesungguhnya melakukan perjalanan di dalam menuntut ilmu dan bertemu dengan para masayikh ( para guru) merupakan kesempurnaan di dalam menuntut ilmu. Hal itu disebabkan karena manusia mengambil ilmu dan akhlaq dari para ulama begitu juga dari madzhab dan keutamaan mereka, itu kadang dengan cara belajar dan mengajar serta bertemu dengan mereka, dan kadang dengan cara bergaul dengan mereka, atau langsung mengambil ilmu dari mereka Hanya saja belajar dengan cara bertemu langsung dengan mereka lebih melekat dan lebih kuat. Oleh karenanya menurut kadar banyaknya guru, maka ilmu seseorang akan lebih melekat dan lebih terbuka.

Dalam suatu pepatah Arab disebutkan :

من لم يكن رُحْلَةً لَنْ يكونَ رِحْلَةً

“ Barang siapa yang tidak pernah pergi untuk mencari ilmu, maka dia tidak akan pernah didatangi ( orang lain ) untuk belajar darinya ”

Di kalangan ulama hadis, perjuangan mereka bukan hanya berguru dari para ulama di daerah sekitar bahkan ke daerah yang jauh demi mempelajari dan meriwayatkan hadis. Rihlah ilmiyyah para ulama ini biasa diabadikan dalam kitab-kitab rijalul hadis atau biografi perawi hadis. Selain itu, salah satu karya yang secara khusus membahasa perjalanan para perawi hadits adalah Ar-Rihlah fi Thalabil Hadits karya Imam Al Khatib Abu Bakar Al-Baghdadi.

Contoh para Nabi, Sahabat hingga para ulama terdahulu yang telah melakukan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu, diantaranya adalah:
1. Nabi Musa as melakukan perjalanan jauh untuk mencari guru yang bernama nabi Khidir
2. Uqbah bin al Harits ra, melakukan perjalanan dari Mekah ke Madinah hanya untuk menanyakan satu persoalan kepada Rasulullah Saw
3. Abu Ayyub al Anshari di Madinah kepada ‘Uqbah nim Amir di Mesir
4. Muhammad bin Idris asy Syafii hijrah dari tanah kelahirannya di Gaza menuju Mekah kemudian dilanjutkan ke Yaman, kemudian ke Irak, dan akhirnya Mesir hingga wafat di sana

Alhamdulillah Khoiru Ummah memiliki boarding school tingkat SMP di Bogor, Purwakarta, Pekanbaru, Medan dan Banjarmasin. Untuk boarding school tingkat SMA alhamdulillah sudah tersedia di Bogor. Boarding school Khoiru Ummah setingkat SMP dan SMA ini pilihan terbaik bagi Ayah dan Bunda sebagai tempat ananda melakukan rihlah ilmiyyah dalam menuntut ilmu.