Thalhah Bin Ubaidillah Perisai Rosul di Perang Uhud

Kisah Thalhah yang begitu ikonik terjadi saat perang Uhud. Perang Uhud sendiri merupakan perang lanjutan setelah sebelumnya kaum Quraisy kalah pada perang Badar. Hingga karena itu, mereka dikobarkan dengan amarah akibat dendam kekalahan sebelumnya.

Meski begitu, sebenarnya pasukan Muslim akan mendapatkan kemenangan andai pasukan pemanah di atas bukit mendengarkan perintah Rasul untuk tetap berjaga. Posisi menjadi berbalik saat mereka menuruni bukit untuk mengambil harta rampasan perang.

Karena terdesak, Thalhah bin Ubaidillah dari Muhajirin, serta 11 orang Anshar melindungi Rasulullah dengan mengantar beliau menuju atas bukit.

Sayangnya, tentu karena posisi berbanding terbalik dan kaum muslim saat itu terdesak, sepanjang perjalanan terdapat banyak halangan dari musuh.

Satu per satu kaum Anshar jatuh bertumbangan sementara Thalhah bertahan untuk mendampingi Rasul menuju bukit.

Dia memeluk Rasulullah dengan tangan kiri serta dadanya, kemudian mengayunkan pedang di tangan kanan ke segala arah untuk menghalau panah yang datang.

Dia juga dengan berani mengayunkan pedang ke musuh yang mengerubungi tanpa mempedulikan tubuhnya yang terluka akibat sabetan pedang dan panah. Total terdapat sekitar 70 anak panah yang menancap pada tubuh Thalhah dengan jari tangan yang putus.

Karena inilah, dia mendapat gelar Asy-Syahidu Hayyu atau seorang syahid yang hidup akibat banyak yang mengira bahwa Thalhah telah syahid, namun ternyata masih hidup.

Sumber : www.yatimmandiri.org