Tancapkan Aqidah Di Masa Golden Age Anak

Tancapkan Aqidah Di Masa Golden Age Anak

Khoiruummah.id – Anak usia menjelang tamyiz, adalah anak usia dini 0-6 tahun dan usia pengasuhan. Para ahli mengatakan bahwa usia ini adalah usia ekplorasi rasa ingin tahu yang kuat dan usia bermain.

30% sel syaraf otak anak adalah otak cermin dan akan nyala hingga usia lima tahun. Karena anak lebih banyak meniru dan meneladani apa yang dia indera tanpa proses berfikir. Ayah bunda adalah

teladan langsung bagi anak untuk menirukan apa saja yang baik-baik dan apa saja yang buruk dari perilaku yang dia lihat bahkan Ananda juga bisa menirukan ucapan apa saja yang ia dengar. Karena usia imitasinya sangat kental maka anak pada fase ini mau dibentuk apa saja bisa tergantung stimulasi dan keteladanan tadi. Jika ayah bunda memperdengarkan tilawah al qur’an anak seusia ini akan mudah menirukannya, begitupun ketika ayah bunda rajin shalat, berpakaian islami, berdandan, dan merapihkan rumah dan lain-lain. Begitupun sebaliknya, bila ayah bunda menyukai nyanyian, suara keras, temperamen, berantakan, malas dan lain-lain anakpun akan melihat keteladanan itu dari orangtuanya.

Maka melihat tubuh kembang seperti ini anak sebelum mumayiz pada dasarnya belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana perkara yang harus dapat dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan, semua suka-suka dan lebih banyak mengamati lalu menirukan. Sebab metode berfikir rasionalnya belumlah terbentuk karen masih dalam proses, mengingat masih sedikit yang dia indera dan masih sedikit informai yang ia berikan. Oleh karena itu, pembelajaran anak seusia ini banyak diberikan siroh dan Tarikh yang terkait dengan sosok keteladanan seperti keteladana Rasulullah saw; Ummar Bin Khattab, Ali Bin Abi Thalib, Shalahuddin Al Ayubi, Muhammad Al Fatih dan lain-lain. Agar kepribadan Tangguh mereka dapat dicerna oleh anak-anak dan berkesan mendalam hingga memberinya semangat untuk menjadi sosok pejuang.

Usia ini adalah usia menancapkan basis aqidah Islam yang kuat pada landasan berfikir anak. Usia 4-6 tahun, anak mulai mengaktifkan berfikir rasionalnya dan mulai bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah setelah banyak diberi informasi untuk bisa menyebutkan nama-nama benda lalu menilainya, ini yang boleh ini yang tidak, benda ini halal dan benda ini haram. Begitupun setelah menjelaskan jenis-jenis perbuatan, ini perbuatan yang benar dan ini perbuatan yang salah walau dalam perkara perkara yang kecil dan diberikan informassi yang sering diulang-ulang agar anak bisa paham. Usia ini ayah bunda dapat bisa lebih melejitkan potensi, baik potensi berfikir maupun potensi naluriyyah. Anak belum memiliki kesadaran rasional, ia lebih memiliki kesadaran emosional yang muncul dari pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluri-naluri. Maka komunikasi-komunikasi emosional lebih memungkinkan anak usia dini untuk paham daripada komunikasi rasional, misal komunikasi pujian, membangun konsep diri positif, komunikasi ungkapan rasa sayang, memeluk, komunikasi sentuhan fitrah beragama.

Pada usia ini anak sudah bisa mengembangkan Bahasa, kosakatanya sudah mulai banyak dan sudah bisa merangkaikan kalimat demi kalimat sehingga anak sudah menabung dan mengumpulkan maknamakna dalam benaknya, baik makna lafadz maupun makna afkar (berfikir) di sini proses memahami itu mulai ada dan bisa membedakan, maka sampailah Ananda di usia mumayyiz saat usianya menginjak 7 tahun.