Sunan Kalijaga, Menyebarkan Dakwah melalui Budaya

Ananda shalih dan shalihah, apakah antum tahu kisah salah seorang Wali Songo yang menyebarkan Islam lewat kesenian? Penasaran siapa beliau? Yuk kita simak kisahnya!
Namanya adalah Raden Mas Syahid, kelak ketika dewasa kita kenal sebagi Sunan Kalijaga. Beliau adalah salah satu wali songo (sembilan wali) yang merupakan penyebar agama Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga lahir pada tahun 1450 Masehi di kota Tuban, Jawa Timur. Ia merupakan putra seorang Bupati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta.
Sunan Kalijaga adalah murid dari Sunan Bonang, darinya Sunan Kalijaga belajar agama Islam. Ada yang unik dari cara menyebarkan agama Islam yang dilakulan oleh Sunan Kalijaga, yaitu memakai sarana kesenian dan kebudayaan. Diantara bentuk kesenian dan kebudayaan yang dijadikan sarana dakwahnya antara lain:
1. Wayang
Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai salah satu media dakwahnya, yang pada saat itu memang digemari masyarakat. Jika masyarakat ingin Sunan Kalijaga mengadakan pertunjukan wayang, dia tidak meminta masyarakat untuk memungut biaya apapun, selain mengucapkan dua kalimat syahadat.
Di dalam kesenian wayang, Sunan Kalijaga mengajarkan nilai-nilai tasawuf. Dia juga memunculkan ajaran Islam lewat tokoh-tokoh Yudistira dan Bima.
2. Gamelan
Gamelan digunakan Sunan Kalijaga untuk mengundang masyarakat datang ke masjid. Alat musik tradisional itu juga digunakan saat acara Grobeg dan Sekaten untuk bertujuan demi mendapatkan perhatian masyarakat.
3. Tembang
Selain wayng dan gamelan, tembang juga diciptakan Sunan Kalijaga sebagai sarana dalwahnya. Di antara tembang yang diciptakan Sunan Kalijaga adalah Tembang Rumekso Ing Wengi dan Ilir-Ilir.
Tembang Rumekso Ing Wengi berisi tentang doa saat malam hari setelah melakukan salat tahajjud. Tembang ini disusun Sunan Kalijaga karena waktu itu masyarakat Jawa masih kesulitan dalam menghafal doa berbahasa Arab. Selain itu, terdapat pula Tembang Ilir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul yang berisi tentang nasihat-nasihat kehidupan.
Kewajiban melakukan dakwah bukan hanya dilakukan oleh para Walisongo seperti Sunan Kalijaga namun wajib bagi kita semua. Sebagaimana firman Allah Swt berikut ini:
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran ayat 110)
Ananda shalih dan shalihah, sungguh unik cara yang dipilih oleh Sunan Kalijaga untuk melakukan dakwah ke tengah masyarakat saat itu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisahnya ini. Semoga kelak kita bisa setangguh dan sekreatif Sunan Kalijaga dalam menyebarkan cahaya Islam.