Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Siapa yang Akhirnya Allah Pilih dari Dua Umar yang Didoakan Rasulullah?

Telah kita ketahui betapa keras permusuhan kaum Quraisy terhadap dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya di Mekah. Menghadapi peliknya permusuhan dari kaum Quraisy, tentu dibutuhkan dukungan dari orang-orang yang bukan sekedar kuat fisiknya namun juga memiliki peran strategis dalam penyebaran Islam. Dalam masa-masa genting ini berislamlah Hamzah bin Abdul Muthallib, yang merupakan paman sekaligus saudara sepersusuan Rasulullah Saw. Hamzah berislam setelah membalas perlakuan keji Abu Jahal yang telah mencaci dan memukul kepala Rasulullah Saw dengan batu. Hamzah masuk islam pada bulan Dzulhijjah tahun keenam kenabian.

Meski Hamzah telah masuk Islam, dakwah Rasulullah Saw dan para sahabatnya tidak serta merta berlangsung lancar tanpa hambatan. Karena itu sebagaimana yang hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa di masa-masa genting tersebut;

اللَّهُـمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Khattab” (HR. Tirmidzi)

Setelah Rasulullah Saw berdoa, keesokan harinya Allah melunakkan hati Umar bin Khattab hingga akhirnya memeluk Islam. Setelah bersyahadat Umar mendatangi rumah Abu Jahal dan memberitahukan jika dirinya telah memeluk Islam dan akan melawan siapa saja yang menghalangi Rasulullah Saw dalam menyebarkan Islam.

Lalu mengapa dua Umar?

Nama asli Abu Jahal adalah Amr bin Hisyam. Ia disebut Abu Jahal oleh Nabi Muhammad Saw, yang artinya Bapak Kebodohan. Amr bin Hisyam disebut Abu Jahal karena ia merupakan orang yang paling mengingkari ajaran Islam dan sangat menentang dakwah. Rasulullah berdoa memohon kepada Allah Swt agar barisan kekuatan Islam diperkuat dengan salah satu dari dua Umar. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki pengaruh yang besar di tengah kaumnya.

Hingga akhirnya Allah Swt memilih Umar bin Khattab dibanding Amr bin Hisyam alias Abu Jahal yang masuk Islam dan memperkuat barisan kaum Muslimin. Maasya Allah!
Ibnul Atsir dalam kitab Al-Kaamil fii Taariikh menyebutkan,
“Umar memeluk Islam jarak tiga hari setelah Hamzah menjadi mualaf” (Ibnul Atsir, Al-Kaamil fit Taariikh, 1987: juz 1)

Demikianlah ananda shalih dan shalihah, Umar bin Khattab menjadi Umar yang dipilih Allah Swt untuk menguatkan barisan kaum Muslimin. Sebaliknya Allah Swt hinakan Amr bin Hisyam alias Abu Jahal yang hingga akhir hayatnya tetap dalam kekufurannya. Naudzubillahi min dzaalik.