Selamat Hari Raya 1443 H

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ananda shalih dan shalihah tak terasa gema takbir akan segera berkumandang tanda Syawal di depan mata menggantikan Ramadhan yang akan segera pergi. Tidak terasa juga sudah hampir sebulan kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sebagai wujud menaati perintah Allah Swt;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  – ١٨٣

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183)

Tahukah antum? Ada hikmah yang amat besar dari diwajibkannya puasa dari ayat tersebut yaitu agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Kata “taqwa”  berasal dari kata “waqâ”, yang artinya melindungi. Maknanya adalah untuk melindungi diri kita dari murka dan azab Allah Swt yang caranya adalah dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt.

Imam Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir dan Imam Tsa’labi dalam Tafsir Tsa’labi senada menafsirkan “agar kalian bertakwa” (لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ), yaitu ibadah puasa menyebabkan takut berbuat maksiat karena sesungguhnya mengekang syahwat dan melemahkan seruan-seruan bermaksiat.

Ananda shalih dan shalihah semoga amal ibadah, puasa, tilawah, i’tikaf dan sedekah kita diterima oleh Allah Swt. Dengannya semoga kita menjadi insan bertakwa yang senantiasa berpegang teguh pada Al Qur’an selain menghafal dan mendakwahkannya. Semoga Ramadhan ini bukanlah ramadhan terakhir kita. Semoga Allah Swt pertemukan kembali kita dengannya.

Keluarga besar Khoiru Ummah mengucapkan;

تقبل الله منا ومنكم، تقبل يا كريم

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir bathin.