Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Guru Menulis : Remaja Cerdas Tolak V-Day

REMAJA CERDAS TOLAK V-DAY

Oleh : Rantikasari, S.Pd.I (Guru dan Pemerhati Pendidikan Generasi)

Khoiruummah.id – Remaja, selalu saja namanya yang selalu diteriakkan sebagai generasi pembangun peradaban. Generasi muda yang bisa diandalkan untuk membangun peradaban bangsa bahkan dunia. Dirinya adalah aset dalam sebuah kebangkitan.

Sejarah mencatat, bahwa remaja ikut berjuang untuk kemerdekaan, meski banyak yang menilai bahwa remaja adalah masa transsisi yang labil dan belum bisa mengambil keputusan, akan tetapi tak bisa dijadikan dalil bahwa remajalah aset berharga yang masih perlu selalu diarahkan.

Sebagai tonggak peradaban, maka hadirnya remajapun membuat gerah para musuh Islam. Tak ingin remaja ini mengambil peran dalam kebangkitan. Karena disadari atau tidak kebangkitan remaja mampu mewujudkan kebangkitan itu.

Serangkaian program di susun untuk mereka. Menjadikan mereka terpapar kemaksiatan. Melumpuhkan identitas mereka sebagai remaja, generasi penerus bangsa. Sehingga remaja menjadi generasi latah pada budaya yang jelas bertentangan dengan Islam. Mendamba hawa nafsu, eksistensi yang semakin menggambarkan akutnya moral negeri. Free sex, tawuran, narkoba, dan lainnya yang memang dirangkum dalam tiga hal. Yakni food, fun dan fasion. Seperti budaya perayaan valentine day yang sudah tumbuh mengakar sebagai budaya remaja menyebarkan cinta. Merendahkan definisi cinta yang hanya diartikan dalam sebatang cokelat.

Cinta tidaklah semurah itu. Ia adalah anugerah yang diberikan Allah kepada manusia, sebagai fitrah yang tak bisa dielakkan. Namun bukan berarti pemenuhannya diserahkan kepada manusia, Allah mengaturnya agar defini cinta menjadi tinggi, bukan seperti valentine day yang membungkus hawa nafsu dalam balutan cinta. Seolah sulit untuk membedakan mana nafsu dan mana cinta.

Sebagai aset peradaban, tak bisa dibiarkan remaja terus terkungkung dan terlenakan dengan apa yang sedang diusahakan oleh para musuh Islam. Maka yang perlu dilakukan adalah menyadarkan remaja, mengembalikan identitas dan peran mereka sebagai tonggak persdaban. Menjadikan mereka sebagai generasi terbaik. Dan hal ini hanya akan terwujud dengan menjadikan Islam sebagai asas kehidupan. Karena Islam sebagai pandangan hidup dapat menjadi stimulun untuk mampu membedakan mana yang benar dan mana yang kelihatannya benar. Mana yang harus ditolak dan mana yang masih bisa disesuaikan. Dan hal ini bukan hanya sekedar pandangan manusia, akan tetapi pandangan Allah sebagai sang kholiq yang menciptakan manusia, alam dan isinya. Jangan sampai kita dijadikan sebuah kaum hanya karena latahnya mengikuti budaya kaum itu. Nauzubillah!

“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.” (H.R Abu Dawud, hasan).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (TQS. Al Baqarah :120).

Sudah tak ada lagi alasan bagi kita untuk ikut-ikutan. Katakan tidak untuk budaya kafir. Karena kita adalah remaja cerdas, tonggak peradaban dimana kebangkitan Islam ada dalam genggaman kita. Wallahualam.

====================

Head Office :

Taman Khoiru Ummah

Jl. Raden Kan’an. No. 58. RT 04/05. Tanah Baru. Kota Bogor

====================

Fanspage : Khoiru Ummah Media
Instagram : @khoiruummah_official
Youtube : Khoiru Ummah Media
Twitter : @khoiruummah_id
Website : khoiruummah.id