Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Ramadhan dan Pembentukan Pribadi Khoiru Ummah

Meski tidak makan dan minum selama berpuasa, namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Berpuasa tidak serta merta menghalangi aktivitas kita sehari-hari. Bahkan Rasulullah Saw dan para sahabat yang muia telah memberikan teladan terbaiknya.

Di bulan Ramadhan yang mulia kita diajarkan untuk tidak melakukan perbuatan tercela seperti dusta dan banyak mencela. Karena saat berpuasa kita wajib meninggalkan dusta sebagaimana disebutkan dalam hadits,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

Naudzubillah lihatlah bagaimana akibat sekedar dusta dalam puasa, seseorang tidak mendapatkan apa-apa. Apalagi perilaku tercela lainnya? Naudzubillah

Ananda shalih dan shalihah, Islam mengajarkan kita agar menjadi pribadi yang baik nan berakhlak mulia. Dari Abu Ad-Darda’, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِى الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidaklah sesuatu yang lebih berat di timbangan selain akhlak yang mulia.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya momen Ramadhan ini sebagai ajang menempa diri untuk membentuk pribadi generasi terbaik, generasi Khoiru Ummah.