
Ananda shalih dan shalihah, sudah siap untuk melanjutkan rihlah ilmiah? Alhamdulillah, kalau sudah siap yuk baca doa dulu!
Kali ini ananda shalih dan shalihah akan diajak untuk mengenal jejak peradaban Islam pada masa Harun ar-Rasyid. Masih ingat kan siapa beliau? Ya, Harun ar-Rasyid adalah khalifah kelima Daulah Abbasiyah. Harun ar-Rasyid dilahirkan pada Februari 763 M. Ayahnya bernama Al-Mahdi yang merupakan khalifah ketiga Bani Abbasiyah, dan ibunya bernama Khaizuran. Harun Ar-Rasyid sendiri diangkat menjadi khalifah pada saat usianya masih sangat muda, yaitu 23 tahun.
Di bawah kepemimpinannya, Daulah Abbasiyah mencapai puncak kejayaan. Selama memimpin, Harun ar-Rasyid adalah Khalifah yang sangat peduli terhadap rakyatnya dan sering turun ke jalan-jalan pada malam hari. Tujuannya untuk melihat keadaan rakyat, jika ada yang kesulitan seketika akan dibantu.
Pada masanya, Baghdad sebagai pusat pemerintahan menjadi pusat peradaban yang dijuluku kota 1.001 malam. Wilayah Abbasiyah pada masa itu terbentang luas dari Afrika Utara hingga India. Kekuatan militernya pun luar biasa.
Khalifah Harun Ar-Rasyid sangat memperhatikan para ilmuwan dan budayawan. Ia mengumpulkan dan melibatkan mereka dalam setiap kebijakan yang akan diambil pemerintah. Perdana menterinya sendiri adalah seorang ulama besar di zamannya yang bernama Yahya Al-Barmaki. Ia juga guru Khalifah Harun Ar-Rasyid, sehingga banyak nasihat dan anjuran kebaikan mengalir dari Yahya.
Bahasa Arab saat itu menjadi bahasa resmi negara dan bahasa pengantar di sekolah, perguruan tinggi, dan bahkan menjadi alat komunikasi umum. Selain itu, Harun ar-Rasyid juga mendirikan Baitul Hikmah sebagai pusat keilmuan paling modern di dunia waktu itu. Turut dibagun juga Kuttab, sekolah dasar keagamaan untuk kanak-kanak. Masjid, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sarana kepentingan umum lainnya banyak dibangun pada masa itu.
Khalifah Harun Ar-Rasyid juga sangat giat dalam penerjemahan berbagai buku berbahasa asing ke dalam bahasa Arab hingga membentuk dewan khusus penerjemahan. Hal ini dilakukan agar informasi ilmu pengetahuan yang ada di dalam buku-buku berbahasa asing bisa digali dan dipelajari. Yuhana bin Musawih ditunjuk menjadi ketua dewan penerjemah tersebut. Alhasil Daulah Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya terutama dalam bidang pendidikan pada masa Harun ar-Rasyid, maasya Allah!
Siapa yang ingin seperti Khalifah Harun ar-Rasyid? Yuk rajin belajar dan tetap semangat mengamalkan Al Qur’an!