Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan

Ramadhan bukan hanya bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan bagi kita. Namun di dalamnya juga banyak momen bersejarah tak terlupakan. Apa sajakah itu?

1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an (Nuzul al-Qur’an)

Ananda shalih dan shalihah, rupanya di bulan Ramadhan bukan hanya kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan namun juga berbagai kitab suci lainnya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Bulan Ramadhan adalah bulan pilihan diturunkannya Al-Qurán yang mulia. Bahkan kitab suci ilahiyah juga diturunkan oleh Allah di bulan Ramadhan pada para nabi.”(Tafsir Al-Qurán Al-Ázhim, 2:57)
Dari Watsilah bin Al-Asqa’, Rasulullah shallallahu álaihi wa sallam bersabda, “Shuhuf Ibrahim diturunkan pada awal Ramadhan. Taurat diturunkan pada awal-awal Ramadhan. Injil turun pada 13 Ramadhan. Sedangkan Al-Qurán diturunkan oleh Allah pada 24 Ramadhan.” (HR. Ahmad, 4:107, dihasankan oleh Imam As-Suyuthi)

Shuhuf (lembaran) Ibrahim, Taurat, Zabur, dan Injil diturunkan masing-masing pada nabi-nabinya sekaligus (jumlatan waahidatan). Sedangkan Al-Qurán diturnkan sekaligus di Baitul Ízzah di langit dunia, ini terjadi pada Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Inilah yang difirmankan Allah Taála,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadr: 1).

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad Dukhon: 3).

2. Perang Badar

17 Ramadan tahun kedua hijriah (624 M) adalah tanggal bersejarah bagi umat Islam. Pada hari itu, sebuah peperangan besar terjadi di suatu lembah bernama Badar. Al-Qur’an pun sampai mengabadikan momen itu dengan sebutan Yaumul Furqan (hari pembeda hak dan batil). Perang Badar terjadi pada Ramadan pertama saat ibadah saum diwajibkan.

Dalam perang tersebut kaum muslim hanya berjumlah 313 prajurit, dengan dua ekor kuda perang dan 30-40 ekor unta. Sebaliknya, pasukan musyrik Quraisy memiliki dua ratus ekor kuda perang dan sekitar seribu orang prajurit. Namun, dalam perang tersebut Allah Swt. menurunkan pertolongan-Nya sehingga kaum muslim mendapatkan kemenangan (Lihat: QS al-Anfal ayat 9).

3. Pembebasan Kota Makah

Penaklukan Makkah terjadi pada 10 Ramadan 8 H, Rasulullah saw. beserta 10 ribu pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah. Beliau dan pasukan kaum muslim dapat menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

4. Perang Hittin

Saat itu umat Islam yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi melawan kerajaan salib dan berhasil merebut kembali Yerusalem (Perang Salib III). Perang ini terjadi pada musim panas pada bulan Ramadan 4 Juli 1187 M. Wilayah Tiberias, di dekat Kota Hittin, Israel sekarang, adalah medan laga antara pasukan muslim dan para pembela salib ini.
Dalam Perang Hittin ini pasukan Shalahuddin al-Ayyubi berhasil menghancurkan pasukan Salib dan merebut kembali Yerusalem. Pasukan Islam juga berhasil menghancurkan faksi Chatillon pimpinan Raynald dari Prancis yang telah menyiapkan pasukan untuk menyerang Makkah.

5. Perang ‘Ain Jalut

Melawan invasi pasukan Mongol yang berhasil menghancurkan Khilafah Abbasiyah di Baghdad. Pada 15 Ramadan 658 H, pasukan kaum muslim bangkit dan melakukan perlawanan. Pasukan kaum muslim bersama para ulama di bawah pimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk, Mesir, berangkat ke Palestina setelah Mongol menguasai wilayah tersebut. Kedua pihak bertemu di ‘Ain Jalut. Kemenangan diraih kaum muslim yang sekaligus mengakhiri kekuasaan Mongol.
Inilah sebagian dari perang dan penaklukan yang terjadi pada bulan Ramadan. Selain menjalankan ibadah saum, kaum muslim juga berjuang mengorbankan jiwa dan raga mereka.

Maasya Allah, banyak sekali peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan ini. Bahkan bukan hanya bersejarah namun juga di dalamnya terlihat kesungguhan perjuangan kaum muslimin di jalan Allah Swt. Sungguh luar biasa!