Pendidikan dan Kepemimpinan

Pendidikan dan Kepemimpinan

Ibrah Dari Pendidikan dan Kepemimpinan

Khoiruummah.id — Keterbatasan waktu yang dimiliki orangtua dalam mendidik anak-anaknya tidak boleh membuatnya lupa tangggung jawabnya sama sekali. Orangtua harus tetap meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya dan mendukung guru-guru anaknya dalam proses pendidikannya meskipun memerlukan tindakan disiplin yang tegas pada saat-saat tertentu. Perhatian orangtua lebih bernilai dari pemberian lainnya dalam bentuk apapun.

Ibrah berikutnya dari penggalan kisah di atas adalah sosok guru yang amanah. Al-Kurani sadar bahwa tangung jawab pendidikan ini bukan hanya kepada Sultan Murad II, tapi juga kepada Allah SWT. Oleh karena itu, dia mengerahkan seluruh pikiran dan tenaganya untuk mendidik putra sultan itu menjadi manusia yang baik. Kebijakan dan izin dari Sultan untuk menggunakan tongkat sebagai alat kedisiplinan juga dimanfaatkan dengan tepat. Karena dia memahami dengan baik bahwa pukulan itu bertujuan untuk mendidik (ta’dîb), bukan untuk menyiksa (ta’dzîb).

Nabi Muhammad SAW memberi toleransi untuk memukul anak yang tidak mau shalat di usia sepuluh tahun. (HR Abu Daud). Banyak ulama juga mengizinkan guru untuk memukul anak didiknya jika diperlukan. Muhammad Ibn Sahnun dan Abul Hasan Ali ibn Muhammad Khalaf Al-Qabisi membolehkan pendidik untuk memukul anak maksimal sepuluh kali pukulan, jika mereka main-main dan melanggar disiplin. (Selengkapnya lihat Bradley J Cook, Classical Foundation of Islamic Educational Thought, Utah:Brigham Young University Press, 2010).

Sedangkan Ibn Sina berpendapat pentingnya tongkat dan menjadi bagian dari seni mengajar yang mesti dimiliki oleh seorang pendidik. Bahkan menurutnya, jika pendidik membutuhkan penggunaan tangan maka ia diperbolehkan memukul anak dengan agak keras sebagai shock terapi yang membuat si anak jera dan tidak mengulangi kesalahannya. (Muhammad Utsman Najati, al-Dirâsat al-Nafsâniyyah ‘Inda al-‘Ulamâ’ al-Muslimîn, Kairo: Dar al-Syuruq, 1993, hlm. 145).

Penegakkan disiplin dengan pemukulan tentu bukan keharusan dalam pendidikan, tapi jika diperlukan hal itu dibolehkan dengan batasan-batasan yang wajar dan dengan tujuan yang benar. Orangtua harus memahami masalah ini, agar tidak bertindak main hakim sendiri ketika mendengar anaknya dipukul oleh gurunya. Hal ini penting agar si anak tumbuh menjadi manusia yang kuat, tidak manja dan mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depannya.

Sumber : gurumuslimahinspiratif/tele

====================

Head Office :

Taman Khoiru Ummah

Jl. Raden Kan’an. No. 58. RT 04/05. Tanah Baru. Kota Bogor

====================

Fanspage : Khoiru Ummah Media
Instagram : @khoiruummah_official
Youtube : Khoiru Ummah Media
Twitter : @khoiruummah_id
Website : khoiruummah.id