MuharramKU : HijrahKU Hidup Dalam Naungan Al Qur’an

Khoiruummah.id-Secara bahasa, setiap orang bisa melakukan hijrah dalam arti berubah dari satu kondisi ke kondisi lain yang lebih baik. Namun secara istilah, hijrah adalah perpindahan Rasulullah dari Makkah ke Madinah sebagai tonggak awal kedaulatan dan kemerdekaan kaum muslimin. Dari madinah inilah kelak peradaban Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Berkat keputusan Khalifah Umar Bin Khathab akhirnya umat Islam punya sistem penanggalan sendiri yang dipilih berdasarkan peristiwa hijrah Rasulullah dari makkah ke Madinah. Meski banyak pilihan, namun Umar memilih peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan Islam yang selanjutnya disebut sebagai penanggalam hijriyah.
Peristiwa hijrah Rasulullah yang bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 Masehi dengan tujuan untuk menggapai keselamatan, perdamaian dan kemerdekaan kaum muslim. Hal ini mengingat dakwah Rasulullah di Makkah mendapati penentangan dan hambatan yang luar biasa. Maka hijrah adalah sebuah pengorbanan besar bagi Rasulullah dan kaum muslimin.
Oleh karena itu, selain merupakan sejarah agung dimulainya peradaban Islam di Madinah, peristiwa hijrah juga semestinya menjadi spirit generasi muslim sepanjang masa untuk selalu bangkit dan berjuang untuk kemajuan Islam dan kaum muslimin.
Dalam upaya membentuk generasi emas Khoiru Ummah ini, maka hijrah harus dilakukan secara totalitas. Hijrah secara totalitas adalah dengan cara menjadikan hidup senantiasa berada dalam naungan Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidup.
Kehidupan menjadi terarah
Dengan setiap hari membaca Al-Qur’an, maka kehidupan diri dan keluarga akan kian terarah, dari membaca Al-Qur’an kita akan mengetahui mana yang haq dan bathil, benar dan salah. Dan, kemampuan membedakan hal tersebut adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Lebih dari itu, hidup dalam bimbingan Al-Qur’an akan mendorong diri memiliki akhlak,, adab, dan sopan santun dalam kehidupan, sehingga perilakunya benar-benar dijaga agar jangan sampai dirinya menjadi pelaku kezaliman.
Dalam bahasa lebih umumnya, orang yang hidup dalam naungan Al-Qur’an akan terarah hidupnya dan mendapatkan petunjuk dan pembeda dari Allah Ta’ala. Pada akhirnya, hidupnya akan terangkat derajatnya, teratur hidupnya, mulika kepribadiannya dan insya Allah akan sampai pada kebahagiaan hakiki dunia-akhirat.
Hidup adalah medan persoalan. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini melewati 24 jam sepanjang tahun tanpa permasalahan. Orang yang tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai naungan akan menghadapi kebingungan dalam menghadapi persoalan hidup, hingga mengalami kekalutan, dan terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan yang di luar kendali sampai akhirnya semua mengarah pada kerugian diri dan orng lain, lebih buruk lagi kerugian yang bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat.
Sebaliknya, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai naungan dalam kehidupan, hatinya akan diliputi ketenangan meski kala menghadapi beragam kesulitan dan permaslaahan hidup. Karena ia yakin dengan janji Allah.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan, barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2 – 3).
Pada saat yang sama, Al-Qur’an adalah obat dan rahmat. Mustahil orang yang hidupnya dalam naungan Al-Qur’an akan dilanda kebingungan apalagi kekalutan.
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa [17]: 82).
Al-Qur’an mendorong diri untuk selalu melakukan proses pembersihan diri (tazkiyatun nafs), sehingga perilaku buruk seperti riya, hadad, iri hati, sombong terhadap orang lain bisa disingkirkan. Dirinya sadar bahwa perbuatan atau amal yang kotor mengakibat peradaban manusia menjadi sangat rendah, bahkan lebih buruk dari kehidupan binatang ternak. Secara fisik, kekotoran manusia mewujud dalam tingkah laku telah mengakibatkan malapetaka yang tidak ringan.
Di dalam naungan Al-Qur’an, hidup akan menjadi bersih, jiwa terdorong untuk mengutamakan keikhlasan, prasangka baik, tawadhu, jujur, tawakkal dan bergantung hanya kepada Allah. Pikirannya pun menjadi jernih, sehingga yang di kepalanya adalah bagaimana menghasilkan manfaat bagi seluas-luas kehidupan umat manusia dengan dasar iman. Prinsipnya hati yang bersih akan terus mendorong seseorang gemar melakukan amal-amal sholeh.
Semoga kita adalah bagian dari orang-orang yang berhijrah secara totalitas, berhijrah dengan menjadikan hidup dalam naungan Al-Qur’an.
Untuk itu sebagai lembaga pendidikan Islam Khoiru Ummah menyelenggarakan agenda Tarhib Muharram dengan tema : HijrahKU, Hidup Dalam Naungan Al Qur’an sebagai wujud cinta kepada Allah dan syariatNya. Menjadikan Al quran sebagai tutur kata dan perbuatan.
Untuk itu, kami segenap keluarga besar Khoiru Ummah, mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1441 H. Semoga kita dapat hidup di bawah naungan Al Qur’an. Aamiin[]
#SekolahTahfizhIndonesia
#SekolahTahfizhUnggulan
#SekolahTahfizhTerbaik
==========================================
Head office :
Jl. Raden kanan. RT 05/04. No. 58. Kel. Tanah Baru. Kec. Bogor Utara. Kota Bogor 16154
