Menyatukan Jarak Antara Anak dan Al Qur’an Seperti Jari Tengah dan Jari Manis

Ayah dan Bunda tentu ingin ananda shalih dan shalihah dekat dan cinta dengan Al Qur’an. Bukan hanya pandai membaca atau menghafalnya, namun menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya. Apalagi di tengah gempuran media, pergaulan hingga tontonan masa kini hal tersebut tentu menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi. Namun bukan hal mustahil untuk mendekatkan ananda dengan Al Qur’an.

Berikut ini sedikit tips yang diharapkan bisa membantu Ayah dan Bunda:

1. Tumbuhkan rasa cinta pada Al Qur’an dengan mentadabburi kandungan ayatnya.

Al-Imam al-Ajurri rahimahullah berkata,

ومَن تدبَّر كلامَه عرف الربَّ عزَّ وجلَّ، وعَرَفَ عظيمَ سلطانه وقدرتِه، وعظيمَ تفضُّله على المؤمنين، وعَرَف ما عليه مِن فرض عبادته
Barang siapa mentadabburi firman-Nya, dia akan mengetahui tentang Rabbnya, agungnya kerajaan dan kekuasaan-Nya, besarnya karunia yang diberikan kepada kaum mukminin, kemudian sadar kewajiban untuk beribadah kepada-Nya. [Sumber: Akhlaq Hamalatil Quran, hlm. 10]

Ajak dan temani ananda untuk mentadabburi setiap ayat yang dibaca dan dihafalnya. InsyaAllah akan semakin menumbuhkan rasa cintanya pada Al Qur’an.

2. Orang tua memberikan teladan yang baik.

Sebagai pendidik pertama dan utama ananda, Ayah dan Bunda harus memberikan teladan terbaik dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Mencontohkan bacaan, hafalan hingga kebiasaan berinteraksi dengan Al Qur’an akan menjadi teladan baik yang diikuti oleh ananda. Minimalisir penggunaan gawai dan ubah dengan Al Qur’an ketika membersamai anak.

3. Perdengarkan Al Qur’an setiap saat.

Selain membiasakan interaksi dengan Al Qur’an, memperdengarkannya lewat bantuan pemutar audio juga bisa membantu mendekatkan ananda dengan Al Qur’an. Pemutar audio bisa diputarkan kapan saja ketika ananda bermain di rumah atau di perjalanan.

4. Muraja’ah hafalan

Bantu dan temani ananda muraja’ah atau mengulang hafalannya ketika di rumah. Agar ayat yang sudah dihafalnya makin melekat erta hingga mutqin. Di Khoiru Ummah sendiri kebiasaan ini menjadi bagian dari Al Biah harian di sekolah dan di rumah. Sesuai dengan Al BiahKu: Al Qur’an, bacaan dan amalanku.

5. Beri apresiasi dan do’akan

Berikan apresiasi atas setiap hal baik yang dilakukan ananda. Hal ini perlu dilakukan agar ananda semakin semangat. Apresiasi bisa berupa ucapan lisan, dekapan hangat atau disediakan kudapan favoritnya setelah sesi murajaahnya selesai. Jangan lupa do’akan segala kebaikan bagi mereka dalam setiap kesempatan Ayah dan Bunda.

Sekian tipsnya, semoga bisa memberi manfaat untuk Ayah dan Bunda semua.