Menghafal Al Qur’an Tidak Terbatas Usia

Pernah mendengar nama Hajiya Melisa Haiwani dari Aljazair? Atau ibu Siti Aisyah dari Surabaya?
Mungkin nama keduanya asing di telinga kita, namun prestasi keduanya berhasil mendobrak rasa pesimis dan patut dijadikan contoh karena keduanya berhasil menghafal Al Qur’an di usia senja.
Hajiya Melisa Haiwani adalah seorang Muslimah Aljazair yang berhasil menamatkan hafalan Al Qur’annya di usia 75 tahun. Ia membutuhkan waktu 13 tahun untuk mempelajari setiap huruf dan kata dalam Alquran, kemudian menghafalnya dengan cara mendengar. Artinya ketika ia memulai untuk menghafal Alquran, usianya kala itu 62 tahun.
Lain lagi dengan nenek Siti Aisyah, ia mengkhatamkan hafalan Al Qur’annya pada usia 80 tahun. Nenek dari 13 orang cucu ini membutuhkan waktu 3 tahun untuk menghafalkan Al Qur’an. Allahu Akbar!
Ayah dan Bunda, keduanya menjadi bukti bahwa menghafal Al Qur’an bisa dilakukan oleh siapapun. Tua maupun muda, anak-anak maupun dewasa. Benarlah adanya Al Qur’an adalah mukjizat yang mulia.
Al Fudhail bin Iyadh-rahimahullah-berkata, “Bertafakurlah kalian dan beramallah sebelum datangnya penyesalan kepada kalian! Janganlah kalian tertipu dengan dunia, karena; yang sehat pun akan mengalami sakit; yang baru pun akan menjadi usang; kebahagiaan pun akan sirna; yang muda pun akan mengalami masa tua.”
[Sumber: az-Zuhd al-Kabir karya al-Bayhaqi, 1/197]
Ayah dan Bunda, tunggu apalagi? Mari bersama-sama dengan keluarga tercinta kita wujudkan keluarga dari generasi penjaga Al Qur’an yang terpercaya. Allahu Akbar!