Mengenal Perpustakaan di Masa Keemasan Islam

Ananda shalih dan shalihah, ilmu sangat berperan dalam mendukung kemajuan sebuah peradaban. Tentunya ilmu yang berasal dan berlandaskan pada akidah yang lurus yaitu Islam. Perhatian yang serius terhadap hal ini tercermin dari banyaknya ulama dan para cendekiawan yang berhasil mengabadikannya dalam buku.
Banyaknya buku yang ditulis dan kemudian dipelajari oleh umat Islam turut menjadi bukti kemajuan peradaban pada masanya. Salah satu buktinya adalah dengan dibangunnya perpustakaan yang menjadi gudangnya kumpulan gudang ilmu.
Ada banyak perpustakaan yang dibangun pada masa keemasan peradaban Islam, antara lain:
1. Perpustakaan Al-Qarawiyyin, Fez, Maroko
Perpustakaan Al-Qarawiyyin didirikan oleh seorang Muslimah yang bernama Fatima El-Fihriya pada tahun 859 M. Perpustakaan ini adalah salah satu perpustakaan tertua di dunia dan perpustakaan tertua di dunia yang masih digunakan sampai sekarang.
Perpustakaan Al-Qarawiyyin menampung koleksi 4.000 buku langka dan manuskrip Arab kuno yang ditulis oleh para cendekiawan terkenal di wilayah tersebut. Manuskrip-manuskrip tersebut termasuk Al-Qur’an versi abad ke-9 dan sebuah manuskrip tentang hukum Islam yang ditulis oleh filsuf Averroes atau Ibnu Rusyd.
2. Perpustakaan Baitul Hikmah Baghdad, Irak
Baitul Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) didirikan oleh khalifah Abassiyah Harun Al-Rasyid (786–809 M), dan menjadi pusat penelitian dan pendidikan. Kegemilangan Baitul Hikmah mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan putra Harun Al Rasyid, Khalifah Al-Ma’mun (813–833 M) dimana Baitul Hikmah terus melesat dalam kegemilangannya dari abad ke-9 hingga ke-13 M.
Al-Ma’mun menggaji para ulama dari seluruh dunia untuk berbagi informasi, ide, dan budaya di Baitul Hikmah. Selain cendekiawan Muslim, cendekiawan Hindu, Yahudi dan Kristen pernah belajar di sini. Di bawah kepemimpinan beliau banyak buku diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
3. Dar Al-Ilm Kairo, Mesir
Dar Al-Ilm, atau Dar Al-Hikmah (Rumah Pengetahuan) didirikan pada 1005 M di bawah khalifah keenam Dinasti Fatimiyah, Al-Hakim bi-Amr Allah.
Di sini banyak mata pelajaran, termasuk astronomi, kedokteran, geometri, teologi dan tata bahasa diajarkan oleh para ulama.
Ruang baca Dar Al-Ilm selalu terbuka untuk semua orang yang ingin berkunjung. Buku-buku dikumpulkan dari seluruh dunia tentang beragam mata pelajaran. Pada puncaknya, perpustakaan ini menampung lebih dari 100.000 volume, termasuk 18.000 manuskrip tentang peradaban awal.
Selain ketiga perpustakaan tersebut, masih banyak perpustakaan lain yang dibangun dan menjadi bukti gemilangnya peradaban Islam.