Mengamati Kuasa Allah Melalui Pergantian Siang & Malam

Ananda shalih dan shalihah, kadang kita tidak menyadari pergantian waktu yang berjalan begitu cepat. Rasanya baru saja kita bangun dari tidur, namun rupanya merasakan lelah kembali setelah seharian beraktivitas tanda saatnya istirahat malam telah tiba. Apakah Ananda shalih dan shalihah turut merasakan ini?

Mari sejenak kita amati waktu siang dan malam, tentu perbedaan antara keduanya sangat terasa. Saat pagi dan siang hari kita saksikan matahari terbit dan menyinari semesta, sedangkan menjelang malam matahari terbenam menyisakan lembayung merah. Saat siang hari kita bisa melihat segalanya karena matahari bersinar cerah menjadikan segalanya terang benderang jelas terlihat, berbeda dengan malam hari yang gelap gulita karena matahari telah tiada. Manusia dan sebagian besar hewan pun lebih berenergi untuk beraktivitas pada waktu siang yang cenderung hangat dan panas. Berbeda dengan waktu malam yang cenderung dingin sebagai waktu beristirahat bagi manusia dan sebagian besar hewan.

Pergantian siang dan malam bisa kita amati dengan perubahan matahari, jika ia terbit maka terjadilah pagi dan siang. Sedangkan ketika matahari tenggelam, tandanya malam segera datang. Durasi waktu siang dan malampun berbeda, hal ini bis akita lihat pada perbedaan zona waktu di berbagai belahan bumi. Fenomena ini terjadi karena Allah Swt mengatur segalanya dengan sangat teratur. Maasya Allah, semestinya hal ini menjadikan kita semakin taat, takjub serta takwa terhadap Allah Swt bukan pada yang lain. Dalam salah satu ayat berikut ini, Allah Swt menjelaskan fenomena menakjubkan ini:

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS Al Baqarah ayat 164)

Ketika Al Qur’an menjelaskan fenomena pergantian siang dan malam ini dalam banyak ayat, hal ini sebagai bentuk penegasan bahwa ini adalah bukti kekuasaan Allah Swt. Namun Ananda shalih dan shalihah, sayangnya banyak manusia yang tidak menggunakan akalnya untuk dapat memahami keagungan Allah Swt ini. Bahkan memilih untuk mengingkari dan menentangNya. Naudzubillahi min dzaalik.

Dengan fenomena pergantian siang dan malam yang menakjubkan ini, hendaknya makin membuat kita menjadi manusia yang berakal dan beriman. Mari gunakan akal ini untuk senantiasa memikirkan segala bukti-bukti kebesaran Allah Swt, sehingga iman selalu terpatri dalam dada, jiwa ini senantiasa suci dan tunduk pada Allah Swt. Tiada kesombongan sebesar dzarrah pun karena tidak ada satupun yang bisa kita sombongkan. Semoga dengan menjadi hamba yang berakal dan berfikir ini kita bisa terus belajar sepanjang hayat, menyiapkan bekal untuk perjumpaan denganNya kelak.