Menerbangkan Cita Melampaui Awan

Anak-anakku, apakah kalian sadari? hari ini kita sampai pada masa di mana sekedar bermimpi saja rasanya mahal dan sulit. Kita takut bahkan nyali seketika menciut ketika ditanya perihal apa cita-cita kita di masa depan. Betulkah itu yang kalian rasakan duhai anak-anakku?

Namun anak-anakku, jangan larut dalam rasa kalut apalagi takut. Setiap diri kita berhak untuk menggantungkan harap dan cita-cita tertingginya bahkan hingga langit ke tujuh. Apalagi cita-cita yang kita gantungkan bukan sekedar cita-cita berdasar ego pribadi namun cita-cita untuk Ummat. Kita, generasi muslim harus memiliki ‘Uluwwul Himmah!

Seorang muslim dikatakan memiliki ‘Uluwul Himmah atau cita-cita/obsesi yang tinggi ketika dia telah menganggap kecil semua hal yang ada di bawah cita-cita tertinnginya untuk Islam. Contohnya, seorang da’i yang bercita-cita untuk menyebarkan dan meninggikan agama Allah Swt, ia dikatakan memiliki Himmah yang tinggi ketika dia telah menganggap kecil perkara-perkara selainnya. Sehingga tak ada tempat untuknya berkeluh kesah dengan hal-hal sepele. Dia tidak peduli apapun tantangan dan pengorbanan yang harus dikorbankan untuk memenuhi tujuan tersebut.

Sebagaimana yang telah dikisahkan dalam Sirah Nabawiyyah, suatu saat orang–orang Qurays mendatangi paman Rasulullah Saw yaitu Abu Thalib dan memintanya untuk membujuk keponakannya itu untuk menghentikan dakwahnya. Setelah Abu Thalib menyampaikan perihal tersebut. Rasulullah Saw berkata “Wahai pamanku, andai mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini. Sungguh aku tidak akan meninggalkannya hingga aku binasa”.

Kisah Rasulullah Saw menolak tawaran kaum Qurays menunjukkan tingginya Himmah Rasulullah Saw dalam memperjuangkan agama Allah Swt. Beliau tidak mempedulilan bahkan menganggap remeh semua perkara-perkara yang menghalangi jalan dakwahnya.

Begitupun kita harus punya Himmah yang tinggi, karena tingginya Himmah/cita-cita adalah bentuk ekspresi dari keimanan kita. Bangun anak-anakku, tetapkan Himmah ‘Aliyah (cita-cita tertinggi) kalian! Berjuanglah sepenuh tenaga dengan segala daya yang kalian punya. Lalu bertawakkallah pada Allah Swt yang Maha Memiliki dan Maha Kuasa atas segalanya!