MEMBANGUN AKAL ANAK MELALUI BERMAIN//
Oleh :Yanti Tanjung
Khoiruummah.id — Banyak sikap orang tua menghadapi anak bermain, ada yang membiarkan sesukanya anak, ada yang membatasi dan ada pula mensuasanakan bermain anak tetap edukatif, tapi ada juga yang menyediakan game di HP hingga game on line.
Bermain itu adalah kebutuhan anak sejak dia dapat mengindera benda-bennda dan apa saja yang ada di sekelilingnya. Karenanya kita dapatkan banyak sekali jenis mainan anak-anak sesuai dengan jenjang usianya, sesuai dengan tumbuh kembang pola berpikir, pola sikap dan motoriknya.
Permainan edukatif dan nonedukatif banyak tersedia di toko mainan mulai dari harganya yang murah hingga harganya selangit. Di hadapan mainan ini seringkali persoalan tersendiri bagi orang tua, ketika anak ingin dibelikan mainan dan harus dipenuhi kalau tidak anak akan menangis dan tantrum. Kalau orang tua memiliki budget untuk itu mungkin tidak terlalu sulit, tinggal beli urusan jadi beres, anak senang ibupun riang, karena terhindar dari rewelan dan ketegangan.
Sejatinya taman bermain paling indah dan paling produktif bagi tumbuh kembang anak adalah bermain dengan orang tuanya. Sebab banyak hal yang didapatkan saat orang tua terlibat dalam permainan anak. Inilah yang sering dilakukan Rasulullah saw kepada kedua cucunya Hasan dan Husen.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tobroni dari sahabat jabir ia berkata; “saat aku menemui nabi s.a.w dan aku temui beliau sedang berjalan empat kaki (main kuda kudaan), dan diatas punggungnya ada Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain dan Rasulullah pun bersabda; “sebaik baiknya Unta adalah Unta kalian berdua (Rasulullah), dan sebaik baik orang adil adalah kalian berdua.” (al Hadits).
Ketika orang tua melibatkan diri dalam permaian anak maka beberapa hal ini bisa didapatkan sekaligus :
1. Stimulasi Panca indera yang sangat berguna bagi kecerdasan ananda karena setiap indera yang aktif dan dapat bekerjasama lebih banyak maka akan terhubung ke saraf otak anak dan akan saling menghubungkan.
2. Jika benda-benda yang dihadirkan di hadapan anak tadi bersifat kongkrit, dapat diindera langsung maka orang tua akan memberikan informasi terkait dengan benda-benda tersebut. Misalkan permaianan menebak nama-nama anggota tubuh anak. Jika seluruh anggota itu deteil diindera anak dan orang tua memberikan informasi sebanyak yang diindera anak, maka anak memiliki kekayaan informasi untuk disimpan di otak. Disini langkah awal untuk membangun akal anak, mengindera alam semesta, manusia dan kehidupan.
3. Bahasa anak akan berkembang jika bermain dengan orang tua, bahasa adalah alat berpikir, maka terjadilah aktifitas berpikir yaitu memindahkan fakta ke otak melalui panca indera disertai ma’lumah sabiqah, maka terjadilah aktifitas berpikir saat ananda mengikatkan fakta yang dia indera dengan ma’lumah sabiqah.
4. Disini juga akan terjadi bonding, kedekatan secara emosional anak, anak akan merasakan kenyamanan bisa berdampingan dengan orang tua dalam bermain dan merasakan bahagia karena seluruh kebutuhan emosinya terpenuhi. Orang tualah yang membuatnya memiliki keberanian, orang tualah yang memberinya curahan kasih sayang,orang tualah yang mengajarinya mengagungkan Allah swt, orang tualah yang membimbing dia dalam kebenaran.
Nah dari situ kita bisa memahami bahwa melalui bermain bisa membangun akal anak agar pilihan bermainnya dapat menstimulus semua komponen berpikir, menghadirkan fakta, panca indera, otak dan informasi terdahulu.
Seringkali orang tua merasa rugi, karena menemani anak bermain menyita waktu. Betul jika orang tua tidak tahu pentingnya arti bermain dan selalu berorientasi bahwa bermain tidak produktif. Padahal fase bermain anak itu tidak boleh dilewati akan tetapi dioptimalkan untuk membangun akal anak.
Di usia dini anak baru eksplorasi di seputar rumah, maka teman bermain paling asik adalah ayah bundanya. Ketika usia mumayyiz di usia 7 tahun usia eksplorasi anak semakin luas dan teman bermainnya semakin bertambah, teman sebaya adalah teman yang paling asik. Pada usia inilah orang tua harus memastikan teman bermain anak dan lingkungan sekitar rumah agar jangan sampai merusak pribadi Islam anak yang sdh dibangun di usia dini.
Wallaahu a’lam bishshowab
====================
Head Office :
Taman Khoiru Ummah
Jl. Raden Kan’an. No. 58. RT 04/05. Tanah Baru. Kota Bogor
====================
Fanspage : Khoiru Ummah Media
Instagram : @khoiruummah_official
Youtube : Khoiru Ummah Media
Twitter : @khoiruummah_id
Website : khoiruummah.id
