Membangun Syakhsiyyah Islamiyyah dengan Tahfizhul Qur’an

Jika kita cermat mengamati sebaran informasi terkini yang memuat gaya hidup generasi muda tentu kita harap-harap cemas. Di satu sisi kita senang melihat banyak terobosan teknologi yang mereka hasilkan mampu memudahkan cara hidup kita. Namun di sisi lain kita cemas melihat begitu banyak ide serba bebas yang bukan hanya diusung namun dipertontonkan dengan bangganya. Hingga akhirnya seolah disimpulkan gaya hidup serba bebas adalah tumbal kemajuan zaman, benarkah demikian?

Lalu bagaimana Islam memandang masalah kepribadian/syakhsiyyah ini? Dengan apa kepribadian/syakhsiyyah Islam dibangun?

Ayah dan Bunda, kepribadian/syakhsiyyah tidak terbentuk begitu saja dalam diri seseorang. Namun ia terbentuk dari pola pikir (aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah) yang dibangun atas dasar yang khas yaitu akidah Islam dan secara lengkap tuntunan syariat tertuang dalam Al Qur’an. Ciri khas STP Khoiru Ummah sebagai lembaga pendidikan Qur’ani adalah dengan menjadikan Tahfizhul Qur’an sebagai kurikulum dasar. Tahfizhul Qur’an menjadi aktivitas harian di sekolah maupun di rumah.

Apa hubungan Tahfizhul Qur’an dan pembentukan kepribadian Islam/syakhsiyyah Islam dalam diri siswa?

Kurikulum pendidikan di STP Khoiru Ummah adalah kurikulum berasaskan Akidah Islam. Sebab akidah Islam menjadi asas bagi kehidupan seorang Muslim, baik dalam kehidupan individu, keluarga maupun berbangsa dan bernegara. Akidah Islam wajib menjadi standar penilaian baik dan buruk maupun benar dan salah bagi setiap muslim. Oleh karena itu semua materi pembelajaran yang diberikan, mulai dari pendidikan usia dini sampai sekolah menengah atas sesuai dengan akidah Islam yang bersumber dari Al Qur’an yang dipelajari, dibaca hingga dihafal oleh siswa.

Oleh karena itu aktivitas belajar dan menghafal Al Qur’an bukan aktivitas biasa karena mampu membentuk kepribadian/syakhsiyyah Islam yang khas dalam siswa.