Membangun Kepercayaan Diri Anak dengan Afirmasi Positif

Ayah dan Bunda, tentu kita ingin jika anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Apalagi banyak manfaat yang didapatkan jika mereka memiliki sikap percaya diri.

Diantara manfaat percaya diri antara lain: lebih sehat secara emosional, tidak takut menghadapi tantangan, mengembangkan kemampuan diri, membantu dalam mengambil keputusan, membangkitkan semangat, menjadi komunikator yang baik, memotivasi diri dan lainnya.

Dalam Islam sendiri, sikap percaya diri merupakan indikasi iman dan takwa seorang Muslim. Percaya diri menunjukkan bahwa seseorang mensyukuri nikmat Allah, memiliki prasangka baik terhadap orang lain dan diri sendiri serta percaya dengan semua kekuasaan Allah Swt.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(QS. Ali Imran ayat 139)

Ayah dan Bunda, dalam ayat diatas Allah Swt memerintahkan kaum Muslim agar jangan merasa lemah dan sedih. Jika perintah tersebut ditaati dan dilaksanakan, maka kaum Muslim akan mendapatkan derajat yang sesungguhnya disisi Allah dan mendapat label “orang yang beriman”.

Lalu bagaimana caranya agar anak-anak tetap percaya diri, tidak merasa lemah dan tidak gampang takut?

Salah satu cara Ayah dan Bunda membangun kepercayaan diri anak adalah dengan melakukan afirmasi positif. Apakah itu? Afirmasi positif adalah pernyataan positif yang diucapkan berulang kali kepada diri sendiri (self-talk), yang berguna untuk membentuk pola pikir positif dan menyingkirkan berbagai pikiran negatif. Jika afirmasi positif ini diulang terus menerus, ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan sikap husnudzan (berfikir positif).

Dikisahkan dalam kisah Nabi Musa as pernah mengalami rasa tidak percaya diri ketika menghadapi Fir’aun. Dalam kondisi itu Allah Swt mengilhamkan do’a untuk diamalkan oleh Nabi Musa as dalam QS Thaha ayat 27:

رَبِّ ا شْرَحْ لِيْ صَدْرِ وَيَسِّرْلِيْ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْ قَوْلِيْ

“Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku”(QS Thaha ayat 27)

Penyampaian afirmasi positif ini tentunya disampaikan menggunakan bahasa yang ahsan sebagaimana Al Biah KU. Saat orang tua dan guru menyampaikan afirmasi positif dengan menggunakan bahasa yang ahsan, hal ini akan memberikan efek yang luar biasa pada diri anak. Jika mereka terbiasa mendengar dan mengucapkan afirmasi positif dengan bahasa yang ahsan bahwa dirinya mampu bekerja keras dan melampaui berbagai hambatan, ia akan mengganti pikiran negatifnya dengan pikiran yang lebih positif dan membangun kepercayaan dirinya. Maasya Allah!

Ayah dan Bunda, yuk bangun kepercayaan diri ananda dengan afirmasi positif!