Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Membangun Jiwa Leadership Anak melalui Pembiasaan Sholat Berjamaah

Ayah dan Bunda, shalat berjamaah rupanya memiliki efek yang sangat luar biasa dalam mendidik jiwa kepemimpinan/leadership ananda lho!

Setidaknya ada 7 nilai kepemimpinan/leadership yang bisa ananda dapatkan dalam kebiasaan melaksanakan shalat berjama’ah, antara lain:

1. Disiplin

Di dalam QS an Nisa ayat 103, Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya sholat itu fardhu yang ditentukan waktunya atas orang orang yang beriman”. Dari ayat ini kita dapatkan pesan penting yaitu, jika shalat dilakukan di luar waktu yang telah ditetapkan maka akibatnya sangat fatal yaitu shalatnya tidak sah. Dari sini kita dapatkan nilai kedisiplinan dalam melakulan shalat terutama dalam shalat berjamaah.

2. Persatuan dan Kesatuan

Posisi shaf yang lurus tidak berjarak, menunjukkan persatuan tanpa membedakan status sosial siapa yang berbeda di antara yang lain. Bahkan, meluruskan dan merapatkan shaf termasuk salah satu bagian dari kesempurnaan shalat berjamaah.

3. Pemimpin terbaik

Maksudnya adalah sosok imam yang dipilih adalah pribadi yang terbaik diantara jama’ah yang ada. Terbaik keilmuannya, bacaan qur’annya, hafalannya, akhlaqnya dan terbaik dalam lainnya. Sehingga sosok pemimpin tersebut akan tampak dengan sendirinya, tanpa harus ada proses perebutan posisi sebagai imam. Begitu juga seharusnya seorang pemimpin, jika belum layak jangan memaksakan diri untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin terbaik adalah orang yang siap memimpin dan siap dipimpin. Ia tahu bahwa kepemimpinan adalah amanah dan tanggung jawab.

4. Sistem Komando yang Jelas

Saat shalat berjamaah, seorang imam mengomandoi seluruh jamaah yang hadir. Setiap intruksi gerakan imam diikuti oleh ma’mum dengan tertib tanpa saling mendahului. Dengan kejelasan intruksi gerakan dan bacaan ini, seluruh makmum bisa mengikuti setiap pergantian gerakan dengan mendengarkan suara keras sang imam. Nilai kepemimpinan yang bisa kita dapatkan dari fakta tersebut adalah bahwa seorang pemimpin harus jelas dan tegas dalam memberikan komando.

5. Keteladanan

Seorang imam memberikan contoh gerakan sholat untuk ditirukan secara sempurna oleh seluruh makmumnya. Disinilah pentingnya seorang pemimpin yang tidak hanya pandai menyuruh saja. Namun ia harus membersamai dan memberikan contoh yang jelas kepada anggotanya. Dengan kejelasan komando dan teladan dari seorang pemimpin, harapnnya tidak ada miskomunikasi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya.

6. Ketaatan

Ketaatan menjadi sebuah syarat (dalam sholat berjama’ah) dimana makmum menaati semua gerakan dan bacaan imam. Ini artinya struktur kepemimpinan jelas tergambar disana yaitu imam sebagai sosok leader dan makmum sebagai follower. Jangan sampai gerakan dan suara makmum mendahului imam atau bahkan menyelisihi imamnya. Begitu juga di dalam kepemimpinan, seluruh anggota wajib taat kepada pemimpinnya. Jika ada anggota tidak taat atau bahkan membuat gerakan lain, maka cacatlah kepemimpinan tersebut.

7. Keberanian dan Sikap Ksatria

Ayah dan Bunda, nilai keberanian bisa kita lihat dalam shalat berjamaah ketika seorang makmum mendapati imamnya melakukan kesalahan dalam gerakan maupun bacaannya. Ketika hal ini terjadi, hendaknya makmum segera mengingatkan imam. Cara mengingatkan imam yang dilakukan oleh makmum laki-laki adalah dengan mengucapkan subhanallah, sedangkan bagi makmum perempuan cukup dengan menepuk tangan.

Artinya jika seorang pemimpin melakukan kesalahan maka orang yang dipimpin harus berani mengingatkan agar pemimpinnya kembali ke jalan yang benar. Jangan sampai karena takut atau sungkan, orang yang dipimpin malah membiarkan kesalahan pemimpinnya.

Alhamdulillah shalat berjama’ah menjadi bi’ah atau kebiasaan harian ananda yang ditanamkan dan dibiasakan di Khoiru Ummah. Dalam kesempatan tertentu bahkan ananda secara bergantian menjadi imam shalat bagi teman-teman lainnya. Semoga dengan kebiasaan shalat berjama’an ini bisa turut membentuk jiwa kepemimpinan/leadership ananda selain tentunya sebagai bentuk ketaatan terhadap Rabbnya.