Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim)
Lalu apa yang dimaksud dengan terputusnya amal dalam hadis tersebut?
Artinya tidak mendapatkan lagi pahala. Namun kabar baiknya disebutkan tiga perkara dengan balasan pahala yang terus mengalir meskipun kita sudah tiada. Salah satunya adalah anak shalih yang berdoa untuk kita.
Namun Ayah dan Bunda, anak-anak yang shalih dan shalihah tidak lahir begitu saja dari ruang hampa. Mereka ada karena orangtua yang terus berupaya untuk menshalihkan dan memantaskan diri agar layak melahirkan generasi khairu ummah.
Karena itu Ayah dan Bunda, jangan pernah lelah apalagi hilang arah. Tetaplah semangat dalam memantaskan diri untuk melahirkan generasi Khoiru Ummah dengan melakukan ikhtiar maksimal dengan selalu diiringi doa. Bismillah, semoga Allah Swt meridhai ikhtiar kita ini. Aamiin.