Melakukan Amal Shalih Agar Terhindar dari Fitnah

Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amr ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayah dan Bunda pernah mendengar hadis di atas? Kira-kira apa ya maksiat yang dimaksud dari hadis tersebut?

Maksiat berasal dari bahasa Arab, معصية asal katanya عصى يعصي yang artinya menentang, mendurhakai, melanggar, dan membangkang. Maknanya jika kita durhaka kepada Allah dengan melanggar larangan yang telah ditetapkan maka kita telah bermaksiat kepada Allah Swt.

Lalu apa akibat dari maksiat?

Syekh Abdul Fattah Abu Guddah menyebutkan akibat-akibat maksiat dan dosa dari kitab al-Jawaab al-Kaafi liman Sa`ala ‘an ad-Dawaa asy-Syaafi: “Di antara akibat melakukan kemaksiatan adalah terhalangnya ia dari ilmu dan rezeki; timbul perilaku menyimpang antara dirinya dengan Allah, dan dirinya dengan orang lain; mempersulit urusan-urusannya; gelapnya hati, wajah, dan kuburan; lalainya hati dan badan, terhalangnya dari ketaatan, sia-sianya umur, menumbuhkan kemaksiatan sejenisnya, melemahkan keinginannya untuk taat pada Allah Swt.

Naudzubillahi min dzaalik, tentu kita tidak ingin jika keluarga, harta serta anak yang kita cintai menjadi sebab maksiat terjadi. Oleh karena itu mari lakukan amal shalih serta amar maruf nahi munkar agar bisa terhindar dari perilaku maksiat. Tentunya dengan menjadikan Al Qur’an dan sunnah Nabi Saw sebagai pedoman.