Masjid Sebagai Pusat Kegiatan di Masa Kejayaan Islam

Ananda shalih dan shalihah apa yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah Saw ketika tiba di Madinah setelah berhijrah?

Ya, jawabannya adalah membangun masjid. Hal ini seolah menjadi pesan kuat pada kita umatnya bahwa pilar pertama peradaban Islam adalah masjid.

Di masjid Nabawi-lah, Rasulullah Saw melakukan kebijakan paling bersejarah, yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Setelah itu, masjid tersebut menjadi pusat kegiatan kaum muslimin. Yang terutama tentu saja salat berjamaah. Selain itu, kegiatan ta’lim, musyawarah dan hal-hal terkait pengurusan urusan kaum muslimin dilakukan di masjid. Masjid telah menjadi pusat ibadah, juga sosial sekaligus pemerintahan kaum muslimin. Bahkan, halaman masjid juga digunakan sebagai tempat berlatih memainkan senjata.

Saking sentralnya masjid, Rasulullah Saw memilih dibangunkan rumah untuk dirinya dan istri-istrinya menempel ke masjid. Masjid Nabawi juga menjadi madrasah bagi para ahlus suffah, kaum santri pertama dalam sejarah Islam. Dari ‘pesantren’ ahlus suffah-lah lahir sosok Abu Hurairah, perawi terbanyak hadits Nabi Saw.

Di masa-masa setelahnya, masjid tetap menjadi pusat kegiatan. Didirikannya lembaga pendidikan Islam seperti kutab dan madrasah, dipusatkan di masjid.

Di zaman ini kita melihat, peran vital masjid banyak mengalami pengerdilan. Masjid hanya difungsikan sebagai tempat ibadah mahdhah saja. Selepas itu, masjid terkunci menunggu waktu solat berikutnya. Aspek kehidupan masyarakat muslim menjadi terpisah dari masjid. Masjid tersekulerkan dengan pola kehidupan yang tidak berpusat pada agama.

Walau begitu, sebagian masjid hari ini sudah mulai mengaktivasi kembali fungsi hakiki dari masjid. Mereka menggelar kegiatan-kegiatan sosial dan keilmuan, di samping pemberdayaan anak-anak muda lewat berbagai aktivitas dan event. Bahkan, beberapa masjid sudah mulai mengadakan gerakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan lewat penggalangan dana-dana sosial. Hal ini harus diapresiasi. Tapi, semangat ini masih harus ditularkan ke masjid-masjid lain.

Masjid memang semestinya menjadi pusat kegiatan umat. Bahkan, untuk menyongsong kembalinya kejayaan Islam, harus dimulai dari revitalisasi masjid. Karena ketika umat sudah dapat menautkan hati-hati mereka di masjid, maka memulai kembalinya kejayaan Islam lebih mudah, Insya Allah.