Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Marhaban Yaa Ramadhan : RamadhanKU, Bulan Pemersatu Ummat

Marhaban ya Ramadan

كَانَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُبَشِرُ اَصْحَابَهُ بِقُدُوْمِ رَمَضَانَ يَقُوْلُ : ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadhan seraya beliau berkata: ‘Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”

Berdasarkan hadis ini para ulama menganjurkan untuk saling ber-tahniah atau saling mengucapkan “Selamat menyambut kedatangan bulan Ramadhan” di antara satu sama lain ketika menjelang bulan Ramadhan. Kegembiraan dan kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadhan harus ditampakkan satu sama lain.

Selain itu, dianjurkan memperbanyak doa ketika menyambut bulan Ramadhan. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ mencantumkan sebuah hadis yang berisi doa Nabi Saw. ketika menyambut bulan Ramadhan. Hadis tersebut diriwayatkan imam al-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah, dia barkata;

انَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلالَ قَالَ : ” اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ  وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ  رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Nabi Saw ketika telah melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”    

Begitulah tuntunan yang telah disampaikan oleh junjungan kita Rasulullah SAW. Kaum muslimin dianjurkan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan suka cita dan mengisinya dengan memperbanyak amal sholih.

Untuk memenuhi seruan tersebut, Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah di beberapa kota di Indonesia telah melaksanakan Tarhib Ramadan pada awal bulan Mei/ akhir bulan Sya’ban. Selain melaksanakan tarhib Ramadan, berbagai kegiatan telah direncanakan oleh Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut antara lain : Ramadan Mubarok, Pesantren Kilat, Sedekah Ramadan untuk KU Berbagi, Ifthar Jamaiy dan I’tikaf. Adapun tema seluruh kegiatan Ramadan yang digelar Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah tahun 1440 H adalah RamadanKU, Bulan Pemersatu Ummat.

RamadanKU, Bulan Pemersatu Ummat

Tema ini diangkat dengan harapan, moment ibadah selama bulan Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sesama kaum muslimin yang merenggang karena berbagai kesibukan dan kepentingan. Anggota keluarga yang sehari-hari sibuk dengan kegiatannya masing-masing, pada bulan Ramadan dapat melaksanakan buka bersama, tarawih, sahur dan beberapa aktivitas lainnya secara bersama-sama. Semoga setiap moment kebersamaan dapat dipakai untuk menyatukan hati dan pikiran, mendiskusikan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depan keluarga dan ummat pada umumnya.

Tetangga yang jarang berjumpa dan saling sapa, pada bulan Ramadan ini jadi sering bersua saat ada aktivitas di masjid. Baik saat buka bersama, tarawih, kajian-kajian dan beberapa kegiatan sosial yang menjamur saat Ramadan tiba.

Masjid-masjid yang biasanya hanya ramai pada saat shalat tertentu, terasa hidup sepanjang waktu selama bulan Ramadan. Disana kaum muslimin saling menyapa, berbagi ilmu dan berbagi sebagian rezeki yang telah Allah limpahkan kepadanya.

Sungguh, Bulan Ramadan sangat tepat untuk menyatukan perasaan dan pemikiran ummat.

Indah dan damainya suasana Ramadan yang kita rasakan, semoga tidak melalaikan perhatian kita pada kondisi kaum muslimin yang masih banyak terdzolimi. Betapa masih banyak saudara-saudara kita yang shoum tanpa bisa merasakan nikmatnya berbuka; betapa masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa lagi berkumpul bersama keluarga akibat serangan yang membabi buta; betapa masih banyak saudara-saudara kita yang ‘dipaksa’ untuk tidak shoum di bulan Ramadan nan mulia. Ingatlah, bahwa kaum muslimin dimanapun berada, sebagaimana satu tubuh yang saling merasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Semoga kaum muslimin juga bisa saling menguatkan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]