Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Lapar Mata Ketika Shaum? Wah, Relate Banget!

“Nanti aku mau makan sop buah, kolak pisang, siomay, pempek saat buka nanti!”
“Duhh, jam berapa sih ini? Kenapa iklan sirup terus berseliweran sih, waktu magrib lama banget lagi. Pokoknya nanti aku mau minum sirup pakai banyak es saat buka!”

Pernah mengalami hal seperti ini ananda Shalih dan Shalihah? Lalu bagaimana sebaiknya kita bersikap ya? Mari kita simak pendapat ulama terkait hal ini:

Syekh Maulana Muhammad zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitabnya yang berjudul Fadhilah Amal pernah mengisahkan, Al-alamah Sya’rani Rahmatullah alaih menyatakan dalam kitab syarah Al-Iqna “Kami telah diambil janji, bahwa kami tidak akan memenuhi perut kami ketika makan, terutama pada bulan ramadhan.”

Menurut Syekh Maulana Muhammad Zakariyya rupanya lebih baik jika seseorang makan sedikit pada malam Ramadhan daripada pada malam lainnya. Karena apalah artinya berpuasa, jika diisi sepenuhnya dengan makanan dan minuman ketika sahur dan berbuka.

Para masyaikh mengatakan, “Barangsiapa berlapar-lapar pada bulan Ramadan, niscaya Ia terjaga dari gangguan setan sepanjang tahun tersebut hingga tiba Ramadhan berikutnya.”

Jadi, apakah tidak boleh jika kita makan dan minum menu yang disukai? Oh tentu boleh, namun jumlahnya sesuai kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan. Bahkan sebaiknya kita memperbanyak amalan shalih dibanding sekedar memperbanyak daftar makanan atau minuman. Yuk, lakukan amalan shalih terbaik selama Ramadhan ini! Semoga ibadah dan pahala puasa kita diterima menjadi amalan yang berkah. Aamiin.