Kualitas Anak Bukan Hanya dari Nilai Rapor

Sebagai orang tua kita pasti mengerahkan seluruh usaha terbaik agar anak-anak mengenyam pendidikan yang layak. Ayah bekerja tak kenal lelah dari pagi buta hingga malam menyapa. Begitu pula Ibu bersusah payah mengurusi segala kebutuhannya di rumah bahkan antar-jemput ke sekolah. Akan tetapi disadari atau tidak, dengan segala pengorbanan ini kadang kita pamrih dengan berharap bahkan menuntut mereka untuk mendapatkan nilai tinggi. Tak jarang kita marah dan kecewa melihat nilai merah berjajar rapi memenuhi kolom laporn belajarnya.

Namun apakah benar jika kualitas anak hanya dilihat dari nilai rapornya?
Ayah dan Bunda, rupanya kita lupa dengan prestasi lain dan bahkan menjadi prestsi terbesar mereka yaitu melakukan amal shalih sesuai bimbingan wahyu. Tumbuh menjadi anak penyayang, berbakti, senang membantu, senang berinteraksi dengan Al Qur’an dan amalan shalih lainnya. Kita terlalu fokus dengan deretan angka hingga lupa tujuan penciptaan mereka sebagai manusia. Lupa peran mendidik mereka sejak dini untuk dijadikan generasi terbaik, sebagai khalifah di muka bumi.

Ayah dan Bunda, mari kita evaluasi dan perbaiki cara pandang terkait potensi kebaikan dan keunikan anak-anak sehingga kita mau dan mampu mensyukuri, menghargai dan menumbuhkan karunia Allah Swt ini lalu memuliakannya dengan akhlakul karimah.

Mulai hari ini berhentilah mengecam, membandingkan, dan obsesif. Sebaliknya mari kita fokus pada potensi kebaikan yang merupakan panggilan hidupnya, misi spesifik penciptaannya di dunia, peran spesifiknya sebagai khalifah di muka bumi. Misi yang kelak dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Mari persiapkan mereka dengan pendidikan berbasis akidah Islam.