
Ananda shalih dan shalihah, hari ini kita memasuki paruh ketiga bulan Ramadhan. Sedih rasanya mengingat tinggal sedikit lagi kesempatan untuk beribadah di bulan mulia ini. Benarkah kesempatan itu telah hilang?
Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ananda shalih dan shalihah, dari hadis tersebut menunjukkan keutamaan beramal shalih di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Adapun sebab mengapa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan utama disebabkan adanya malam laylatul qadar.
Allah Ta’ala berfirman,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadar ayat 3)
Malam laylatul qadar adalah malam yang penuh dengan kemuliaan. Terdapat keutamaan yang sangat besar bagi siapa saja yang menghidupkan malam tersebut. Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
Karena itu ananda shalih dan shalihah, mari kita hidupkan malam-malam terakhir Ramadhan ini dengan amalan-amalan terbaik kita. Semoga kita mendapatkan keutamaan laylatul qadar. Aamiin.