Keseruan Takhosus di Khoiru Ummah

Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat yang begitu memperhatikan Al-Qur’an dan para penghafalnya. Keseriusannya ini salah satunya terlihat pada masa kekhalifahan Abu Bakar as-Shiddiq, dimana Umar bin Khattab mengusulkan agar menyusun tulisan-tulisan Al-Qur’an yang berserakan–di lempengan batu, pelepah kurma, kulit binatang, dan kepingan tulang–ke dalam satu mushaf.
Usulan Umar bin Khattab itu tidak lepas dari kondisi saat itu, di mana sebanyak 70 sahabat penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah, peperangan melawan orang-orang yang murtad sepeninggal wafatnya Nabi Muhammad. Melihat kejadian itu, Umar bin Khattab khawatir dan usul agar Al-Qur’an dibukukan. Semula Abu Bakar As-Shiddiq keberatan dengan usulan Umar tersebut, karena pada zaman Nabi hal itu tidak dilakukan, namun akhirnya dia sepakat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan visi dan misi Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah dalam mencetak generasi pemimpin penghafal Al-Qur’an, maka program takhosus tahfizhul Qur’an diselenggarakan di setiap unitnya.
Program takhosus tahfizhul Qur’an diselenggarakan dengan tujuan agar siswa dan siswi Khoiru Ummah dapat meningkatkan kualitas hafalan Qur’annya. Baik dan dari segi kualitas bacaan juga baik dari segi kuantitas hafalan. Program takhosus ini dilakukan secara intensif dalam waktu yang telah ditentukan.
Kegiatan takhosus ini sama sekali tidak membosankan karena tidak melulu sekedar hafalan. Kegiatan lainnya juga turut dilaksanakan agar semakin menambah semarak rasa cinta terhadap Al-Qur’an, seperti tahajud, senam, lomba cerdas-cermat, hingga games sambung ayat hingga tebak surat al-Qur’an. MaasyaAllah, sungguh sangat menyenangkan bercengkrama dengan Al-Qur’an dalam program takhosus tahfizhul Qur’an ini. Semoga kegiatannya berkah dan bermanfaat untuk semua. Aamiin.