
Pernahkah Ayah dan Bunda mendengar kata “Anj*y”, “Bok*s” atau kata lainnya yang sering diucapkan generasi muda masa kini? Tentu pernah, bahkan masih banyak istilah kekinian lainnya yang viral di generasi muda saat ini terutama generasi Z.
Istilah-istilah viral tersebut memang asyik diucapkan sebagai tanda diri tak ketinggalan zaman. Namun, sebagai Muslim standar baik atau buruknya sesuatu bukan sekedar viral atau sesuai perkembangan zaman semata. Tetapi sesuai dengan apa yang dicontohkan dan diperintahkan dalam Al Qur’an maupun Hadits.
Salah satunya adalah hadits di bawah ini, yang memberikan tuntunan bagi kita dalam bertutur kata:
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]
Imam Syafi’i memberi komentar tentang hadits berkata baik atau diam di atas: “Hadits ini bermakna bila seseorang hendak bicara, maka berpikirlah terlebih dulu. Jika sudah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemaslahatan, maka berbicaralah. Dan, jika telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemudharatan atau ia ragu akan bahaya dan tidaknya, maka diamlah”.
Alhamdulillah, salah satu Al Biah atau kebiasaan baik yang diajarkan adalah Ahsan Tutur Kata dan PerbuatakanKu. Selain diajarkan untuk berkata baik, ananda pun selalu dibimbing untuk senantiasa berkata baik.
Selain peran guru di sekolah, peran Ayah dan Bunda di rumah juga sangat berperan pada kebiasaan berkata baik ini. Karena itu, yuk kita berikan teladan, ajarkan dan bimbing ananda agar senantiasa berkata baik sebagaimana pesan dari Rasulullah Saw.