IEDUL FITRI DAN KEMENANGAN HAKIKI DI MASA PANDEMI

IEDUL FITRI DAN KEMENANGAN HAKIKI DI MASA PANDEMI

Khoiruummah.id – Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Gema takbir membahana diseluruh penjuru dunia. Mengisi relung-relung jiwa dengan rasa bahagia karena hari kemenangan telah tiba. Disaat takbir berkumandang, tak jarang rasa gembira dan sedih membuncah dalam diri setiap orang yang beriman. Gembira, karena bertemu dengan hari kemenangan setelah sebulan penuh berjuang menjalani ketaatan. Sedih, karena akan meninggalkan bulan yang begitu sarat kemuliaan dan pujian. Sedih dan gembira berpadu dalam rasa bahagia karena mengharapkan ridhoNya. Bahagia dalam asa, semoga bisa bejumpa kembali dengan Ramadhan berikutnya, dalam iman dan semangat untuk menghamba.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Kumandang takbir yang kian menyebar memainkan perasaan setiap insan. Gema takbir tahun ini, menghadirkan perasaan yang sulit dilukiskan, pun diuraikan. Iedul Fitri tahun ini, istimewa karena tidak bisa dirayakan seperti biasa. Iedul Fitri dimasa pandemi, meniscayakan tak bisa dilaksanakannya  ibadah seperti biasanya dan beberapa tradisi.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Alhamdulillah, ujian demi ujian bisa kita lalui dengan penuh kesabaran. Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya, kita akan melalui masa seperti ini. Diawali dengan berita wabah corona yang simpang siur, dirumahkannya aktivitas belajar mengajar di sekolah, Ramadhan tanpa tarawih di masjid, tanpa pesantren kilat, tanpa i’tikaf, hingga Ramadhanpun berlalu bersama keluarga tercinta.

Selalu Ada Hikmah Dibalik Setiap Peristiwa

Satu untaian kata yang cukup menjadi penyejuk jiwa. Sabda Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Menakjubkan sekali urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan hal ini tidak terjadi kecuali pada seorang beriman, jika ia tertimpa sesuatu yang menyenangkan, maka ia bersyukur, maka hal ini terbaik baginya, dan jika ia tertimba sesuatu yang menyulitkan, maka ia bersabar,maka hal ini terbaik baginya (H.R. Muslim, no. 2999).

Bila setiap peristiwa kita hadapi dengan kacamata keimanan, semua akan menjadi baik. Demikian juga halnya dengan merayakan Iedul Fitri di tengah pandemi. Banyak hal yang tidak bisa kita lakukan karena ada mafsadat di dalamnya, tidak perlu membuat kita menderita. Tak perlu kita terlarut dalam kesedihan karena tidak bisa takbir keliling, sholat Ied di masjid atau di tanah lapang, mudik, silaturrahim ke kerabat, bersalam-salaman, ataupun sekedar jalan-jalan ke tempat rekreasi. Karena sesungguhnya, diantara aktivitas tersebut sebagian diantaranya hanyalah tradisi, bukan syariat yang harga mati. Kita ambil hikmahnya, kita perdalam pemahaman kita terhadap syariat Islam, sehingga kita temukan solusi yang hakiki. Beberapa hal yang perlu kita fahami terkait Iedul Fitri adalah:

Iedul Fitri, Hari Raya Ummat Islam

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud dan An Nasai).

Hari Raya adalah hari istimewa. Setiap ummat memiliki hari khusus yang dijadikan sebagai hari raya. Pada hari tersebut, biasanya mereka akan fokus dengan berbagai macam keyakinan dan ajaran-ajaran yang mereka dapatkan secara turun-temurun. Sebagai hari raya ummat Islam yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, Iedul Fitri bukan sekedar hari raya untuk bergembira. Banyak syariat yang menyertai hari Raya Iedul Fitri, diantaranya : melihat hilal sebagai pertanda datangnya bulan Syawwal, mengumandangkan takbir, membayar zakat fitrah sebelum menunaikan sholat Ied, melaksanakan sholat Ied berjama’ah di tanah lapang, sunah untuk berhias dan memberikan ucapan selamat serta do’a kepada sesama kaum muslimin dengan do’a yang telah diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut:

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.[1]

Iedul Fitri dan Kemenangan Hakiki

Sungguh indah ucapan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dipraktekkan oleh pada sahabatnya di hari Raya Iedul Fitri. Bukan sekedar ucapan tanpa makna, tapi doa yang diucapkan untuk dirinya sendiri dan saudaranya. Dari ucapan tersebut, dapat kita ambil pelajaran, bahwa Iedul Fitri erat kaitannya dengan diterimanya amal. Keberhasilan seseorang melalui ujian di bulan Ramadhan, diukur dari diterimanya amal sholih yang telah dia lakukan selama bulan Ramadhan, bukan sekedar pada banyaknya amal. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW bersabda :

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ

“Hari raya itu bukan bagi orang yang memakai pakaian baru. Akan tetapi hari raya bagi mereka yang takut terhadap hari pembalasan”.

Iedul Fitri di masa Pandemi 

Diantara syariat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam menyambut datangnya Iedul Fitri, ada beberapa hal yang tidak bisa kita laksanakan tahun ini. Tak perlu membuat sedih berkepanjangan dan tidak perlu kita berdebat  dengan sesama kaum muslimin. Kita upayakan amal terbaik yang bisa kita laksanakan sesuai situasi dan kondisi di lingkungan dan keluarga kita masing-masing. Bila memungkinkan kita mengumandangkan takbir dan sholat di masjid atau di tanah lapang, kita laksanakan. Bila tidak memungkinkan, kita laksanakan sholat Ied bersama keluarga dirumah. Mengucapkan selamat dan do’a Iedul Fitri tidak harus kita laksanakan dengan pertemuan darat, tapi bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi.

Khatimah

Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dengan diutusnya corona di tengah-tengah kita. Hikmah terbesarnya, corona telah membuktikan kepada ummat manusia, bahwa syariat Islamlah syariat yang paling sempurna, yang bisa diamalkan untuk menghadapi kondisi tersulit sekalipun. Semoga dengan wabah corona ini semakin menyadarkan kita akan kekuasaan Allah yang meliputi segalanya, menyadarkan kita bahwa manusia hanya bisa berencana, membangkitkan semangat kita untuk terus berdakwah ditengah-tengah ummat bahwa Islamlah solusi untuk setiap problema.

Teriring do’a dan harapan besar, semoga generasi Khoiru Ummah yang telah kita persiapkan bisa melanjutkan estafet perjuangan, menjadi pemimpin di peradaban Islam yang gemilang yang akan segera dating. Aamiin.

[Ditulis Oleh Ustazah Ariani MufidaKepala Sekolah STP Khoiru Ummah SD Bogor Barat]