
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman ayat 14)
Ayah dan Bunda serta ananda shalih dan shalihah semuanya, dalam ayat tersebut Allah Swt telah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Terlebih Allah Swt memerintahkan secara khusus untuk berbuat baik kepada Ibu. Hak spesial itu ditunjukkan dengan menyebutkan masa mengandung, menyusui serta beban berat lainnya yang telah ditanggung oleh Ibu. Maasya Allah, luar biasa bentuk cinta dan pengorbanan yang dilakukan oleh Ibu untuk kita.
Ada sebuah kisah menakjubkan tentang Imam Bukhary (yang digelari Amirul mukminin fii hadits) dan Ibunya. Sejak kecil Imam al Bukhary tidak bisa melihat alias buta. Suatu malam ibunya bermimpi melihat Nabi Allah, al-Khalil, Ibrahim as berkata kepadanya, ‘Wahai wanita, Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu karena begitu banyaknya kamu berdoa.”
Pada esok paginya, ia melihat anaknya dan ternyata benar, Allah Swt telah mengembalikan penglihatannya. (Asy-Syifa` Ba’da Al-Maradh karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy sebagai yang dinukilnya dari kitab Hadyu as-Saary Fi Muqaddimah Shahih al-Buukhary karya al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalany)
Wahai para Ibu yang tidak pernah lelah selalu ada lewat cinta dan doa untuk anak-anak kita. Mari doakan anak-anak kita dengan doa-doa yang baik sebagai bentuk cinta. Jangan pernah lelah untuk meminta pada Allah ta’ala agar mereka diselamatkan dari buruknya zaman dan selalu dalam lindungan dan tuntunan syariat agar kelak mereka layak menjadi tonggak kembalinya generasi terbaik pemimpin peradaban.