Ibu, Jangan Lewatkan Doa untuk Ananda di Setiap Shalatmu

Doa bukan ucapan biasa namun merupakan media komunikasi antara seorang hamba dengan Rabbnya. Lewat doa seluruh keluh kesah dan harapan bisa kita utarakan. Doa juga menjadi wujud ketundukan dan kebergantungan seorang hamba terhadap Rabb yang telah menciptakannya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’.” (QS al-Ghafir ayat 60)
Menurut Imam as-Sa’diy saat menafsirkan ayat ini, kalimat ud’ûnî memiliki arti: mintalah kalian niscaya akan aku kabulkan. Di antara tiga keistimewaan umat Muhammad dibandingkan dengan umat sebelumnya adalah, jika kalimat perintah berdoa pada Nabi Muhammad berbentuk jama’ (plural) ditujukan kepada semua umatnya. Sedangkan perintah yang turun pada nabi-nabi sebelumnya, frasa perintahnya hanya berbentuk tunggal (mufrad) kepada para nabi saja bukan pada ummatnya, sebagaimana pada kalimat berikut ini:
اُدْعُنِيْ أَسْتَجِبْ لَكَ
Artinya: “Berdoalah kamu, niscaya akan Kukabulkan bagimu.”
Ayah dan Bunda, doa juga memiliki peran yang amat penting dalam proses mengasuh dan mendidik anak. Doa orangtua adalah hal yang sungguh ajaib jika ditujukan pada anak-anak mereka. Jika orangtua ingin anaknya menjadi shalihh dan baik, maka jangan luput untuk mendoakan kebaikan bagi mereka karena doa ortu adalah doa yang mudah diijabahi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud)
Utamanya doa seorang ibu sebagaimana kisah Imam Bukhari yang sembuh dari kebutaan berkat doa ibunya. Imam al-Lalika`iy meriwayatkan di dalam kitabnya Syarh as-Sunnah dan Ghanjar di dalam kitabnya Taariikh Bukhaara mengisahkan sebagai berikut:
”Sejak kecil Imam al-Bukhary kehilangan penglihatan pada kedua matanya alis buta. Suatu malam di dalam mimpi, ibunya melihat Nabi Allah, al-Khalil, Ibrahim ‘alaihis salam yang berkata kepadanya, ‘Wahai wanita, Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu karena begitu banyaknya kamu berdoa.” Pada pagi harinya, ia melihat anaknya dan ternyata benar, Allah telah mengembalikan penglihatannya. (Asy-Syifa` Ba’da Al-Maradh karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy sebagai yang dinukilnya dari kitab Hadyu as-Saary Fi Muqaddimah Shahih al-Buukhary karya al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalany)
Karena itu, mari Ayah dan Bunda doakan kebaikan untuk anak-anak kita. Serta berhati-hatilah dari mendoakan mereka suatu keburukan. Karena sebagaimana kebaikan, potensi terkabulnya keburukan bisa jadi diijabah jika didoakan oleh orangtua terutama Ibu. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan kita hingga senantiasa mendoakan kebaikan untuk mereka.