Ibu-Ibu Kok Gemar Ikut Pengajian, Bagaimana Islam memandang hal ini?

“Saya sampai mikir gitu, ini pengajian ki sampai kapan to yo, anakke arep diapake (anaknya mau diapain?)” ujaran seorang ibu ini ramai dibicarakan kini. Meski konon katanya beliau tidak mempersoalkan mengikuti pengajian karena katanya hanya ingin ibu-ibu tetap memperhatikan anak-anak mereka.
Benarkah demikian? Lalu, seperti apa peran Ibu dalam Islam?
Dalam bahasa arab Ibu disebut Al-Umm. Kata Al-Umm ini memiliki turunan kata dan sejumlah makna, diantaranya Amm (menuju), Ummah (masa), Immah (syariat dan agama), Umm (tempat kembali dan tempat tinggal; asas).
Diantara makna Umm artinya adalah asas. Umm kullu syai’in artinya asas dan tiang segala sesuatu. Segala sesuatu yang menjadi pondasi atau prinsip dalam bahasa Arab disebut umm. Demikian halnya sesuatu yang mendidik dan memperbaiki juga di sebut umm.
Ibu adalah sosok penopang utama dalam keluarga dan pendidik generasi. Bahkan baik tidaknya keluarga dan masyarakat lebih bergantung pada sosok ibu. Islam sebagai sistem aturan kehidupan yang sempurna, sangat memerhatikan sosok ibu. Diantara bukti tentang besarnya perhatian Islam dan luhurnya posisi ibu dalam Islam adalah Al- Quran yang telah memerintahkan berbuat baik pada ibu, dan berbakti pada ibu sebagai bentuk ibadah (QS. Al- Ahqaf ayat 15)
Apakah kita perlu ikut-ikutan mengkritisi para Ibu yang ikut pengajian karena khawatir para Ibu abai terhadap anak mereka? Sungguh sebuah kecurigaan yang tidak mendasar.
Justru lewat forum pengajian yang menjadi madrasah ilmu inilah para Ibu bisa mendapatkan bekal untuk menjalani amanah besarnya sebagai madrasatul ula. Tanpa bekal yang baik, bagaimana mungkin bisa mendidik dan menyiapkan generasi terbaik? Karena itu para Ibu yang menyadari hal ini pasti berusaha seoptimal mungkin membagi waktunya dengan baik agar tanggung jawab domestik tetap dipenuhi meski menimba ilmu di pengajian. Alhamdulillah di Khoiru Ummah kebutuhan upgrade kualitas para ibu sebagai pendidik generasi difasilitasi dengan adanya dauroh tahfizh dan tahsin. Tentunya kesempatan dauroh ini adalah kesempatan berharga bagi para Ibu dan juga Ayah di Khoiru Ummah. Karena itu jangan takut ikut pengajian, justru para Ibu harus semakin semangat untuk mendapatkan bekal ilmu dalam menyiapkan dan mendidik generasi terbaik.