Hujan dan Kasih Sayang Allah dalam Setiap Butirnya

Ananda shalih dan shalihah, alhamdulillah belakangan ini kerap kali kota atau desa tempat tinggal kita diguyur hujan. Ketika tiap tetesnya membasahi bumi, tercium jelas aroma khas tetesan air bercampur debu tanah. Syahdu rasanya setiap kali mendengar gemericik hujan yang turun membasahi bumi. Suasana panas sebelumnya pun seketika berubah menjadi sejuk ketika hujan usai. Maasya Allah!
Namum tahukah antum ananda shalih dan shalihah, rupanya banyak sekali ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang menceritakan fenomena turunnya hujan. Salah satunya firman Allah Swt dalam Al Qur’an yang menjelaskan proses diturunkannya hujan setelah mendung berikut ini:
“Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” (QS Ar-Rad ayat 12)
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.” (QS al Qamar ayat 11)
Bukan hanya menurunkan hujan, namun luar biasa Allah Swt itu Maha Adil. Semua tempat dimana pun manusia berada, akan mendapat giliran hujannya. “Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS al Furqon ayat 50).
Ananda shalih dan shalihah, turunnya hujan memiliki banyak manfaat bagi makhluk-makhluk ciptaan Allah Swt, antara lain:
1. Hujan berfungsi sebagai rahmat.
Hal ini dibuktikan dalam firman Allah Swt,
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya” (QS Asy-Syuara ayat 28).
2. Hujan berfungsi menumbuhkan pohon dan tanaman.
“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS Qaf ayat 9)
3. Hujan bisa dipakai sebagai alat bersuci. Karena ia termasuk jenis air yang bersih.
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.” (QS Al Furqan ayat 48).
4. Menghilangkan gangguan dari syaitan.
“…dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan…” (QS Al Anfal ayat 11)
5. Hujan berfungsi sebagai sumber air bagi manusia dan binatang.
“Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak,” (QS Al Furqan ayat 49)
6. Hujan berfungsi menghidupkan sebuah negeri yang mati (baca: alamnya kering kerontang), “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati.” (QS Az-Zukhruf ayat 11).
Namun selain itu, rupanya hujan juga berfungsi sebagai azab bagi kaum yang ingkar terhadap ajaran nabi. Seperti yang menimpa kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Hud ‘alaihissalam (Kaum Aad). “Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” (QS Hud ayat 44).
Naudzubillahi min dzaalik, cukuplah hujan ini sebagai rahmat, bukan azab bagi kita. Maasya Allah Al Qur’an menjelaskan fenomena hujan yang diturunkan Allah Swt dengan sangat rinci agar kita bisa mengambil hikmah darinya. Karena itu ananda shalih dan shaihah, mari kita syukuri hujan yang Allah Swt turunkan ini dengan senantiasa beramal shalih serta taat kepada semua perintah dan menjauhi semua larangan.