Harumnya Bau Mulut Orang Yang Berpuasa
“Ihh, mulutmu bau sekali! Kamu tidak gosok gigi ya?”
“Lho, kan kalau sedang puasa bau mulutnya lebih harum dari kasturi. Jadi aku sengaja nggak gosok gigi.”
“Tapi bukan begitu yang diajarkan Ustadz dan Ustadzah, kamu lupa ya?”
“Masa sih?”
Ananda shalih dan shalihah, jangan-jangan ada yang sama kasusnya seperti ini. Tidak menjaga kebersihan mulut dengan alasan bau mulutnya lebih harum dari minyak kasturi. Yuk kita simak penjelasannya!
Sikap seperti itu bermula dari hadis Rasulullah Saw yang pernah bersabda kepada para sahabatnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih-nya:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ
Artinya, “Demi Zat yang berkuasa atas nyawaku, sungguhbau mulut orang puasa itu lebih wangi menurut Allah daripada bau misik.”
Namun sayang banyak yang salah kaprah memahami hadis ini sehingga tidak menjaga kebersihan mulutnya selama berpuasa dengan mengira bahwa yang menjadi patokan adalah bau mulutnya. Sehingga merasa tidak perlu membersihkan mulutnya ketika berpuasa. Mereka menganggap semakin berbau mulut, maka akan semakin wangi seperti misik/kasturi menurut Allah Swt.
Membaca hadits ini tidak bisa secara tekstual. Memaknai hadits ini harus berdasarkan makna majaz (bukan arti yang sebenarnya). Sebagaimana dikemukakan oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam karyanya yang berjudul At-Thuruqus Shahihah fi Fahmi Sunnatin Nabawiyyah bahwa ada beberapa hadits yang harus dipahami secara majaz. Salah satunya adalah hadits ini.
Berikut beberapa hal yang diharus diperhatikan ketika membaca hadits ini;
1. bahwa yang dimaksud wangi menurut Allah bukan berarti wangi berdasarkan penciuman Allah.
2. pendapat lain mengatakan bahwa wangi atas bau mulut orang berpuasa tersebut terjadi di akhirat karena saat itu adalah hari pembalasan.
Al-Qadhi Iyadh mengatakan bahwa di akhirat kelak Allah Swt akan membalas orang yang berpuasa dengan bau wangi di mulutnya yang mengalahkan wanginya minyak misik. Karena itu ulama mengatakan bahwa balasan wangi bau mulut untuk orang berpuasa berlaku di akhirat.
Ananda shalih dan shaliha, hadis ini adalah adalah motivasi bagi orang yang berpuasa agar tetap menjalankan ibadah puasanya walaupun ada sesuatu yang tidak mengenakkan pada mulutnya. Tetapi ingat, kita harus tetap memperhatikan kebersihan dengan membersihkan mulut sebelum mulai berpuasa. Tepatnya setiap selesai sahur kita bersiwak atau menggosok gigi. Yuk tetap jaga kebersihan mulut selama berpuasa!
