Diklat 1 Prabaligh Pendidik Khoiru Ummah Jakarta Utara

Dua hari mencari ‘kunci sukses menjadi pendidik generasi’

d

Ayah dan Bunda, pernah kah terbayang untuk duduk rapi dari pagi hingga sore selama dua hari penuh? Tentunya kondisi seperti ini sangat tidak menyenangkan bahkan membosankan.

Namun rupanya tidak bagi para wali dan calon wali siswa Khoiru Ummah Jakarta Utara. Bahkan mereka sangat antusias untuk menghadiri Diklat 1 Pendidikan Khoiru Ummah yang digelar sejak pagi hingga sore selama dua hari penuh. Tepatnya diselenggarakan pada tanggal 26 hingga 27 Febuari 2022. Diklat 1 ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh peserta yang berjumlah 72 orang. Apalagi materi yang disajikan dari awal hingga akhir padat berisi, dengan diselingi oleh tayangan, hingga tampilan siswa sukses membuka cakrawala baru dalam mendidik anak.

“Kualitas Pendidikan Generasi, Kunci Sukses Mewujudkan Umat Terbaik”, menjadi tema yang diusung dalam Diklat 1 pendidikan Khoiru Ummah. Acara ini diselenggarakan di ruang Mercusuar gedung IPC Corporate University yang beralamat di Jalan Buritan, Koja, Jakarta Utara.

Hadir sebagai pembicara spesial dalam agenda Diklat 1, yaitu ustaz Dr.H. Handaka, S.Pi, MT dan Ustazah Hj. Lia Fakhriyah, SP selaku ketua tim kurikulum Khoiru Ummah Center. Keduanya datang langsung dari Kota Kembang khusus untuk menyampaikan materi dalam agenda Diklat ini. Dari awal hingga akhir acara, kedua pemateri tidak sendiri namun ditemani oleh dua host muda yaitu Muhammad Yusuf dan Muhammad Rafli.

Ayah dan Bunda, kegiatan Diklat 1 ini diawali dengan lantunan ayat suci Al Quran dari ananda Putri, siswi thaifah Zubair bin awaam. Tidak hanya sendiri namun ditemani oleh ananda Muhammad Zaki Akbar, siswa thaifah Ustman Bin Affan. Dalam kesempatan itu turut unjuk kemampuan yaitu puisi spesial karangan Ustazah Fatikah S.Ag dengan tema “Asa Generasi Khoiru Ummah” yang ditampilkan dengan nada yang indah oleh ananda Aghisna Nazwa Syahidah siswi thaifah Umar bin Khattab. Tak ketinggalan tampilan aasyid Allahu Rabbu Khalqiy yang diambil dari buku Al Arobiyah Bayna YadaiK Aulaadinaa oleh lima orang siswi thaifah Abdurrahman bin Auf. Bukan hanya tampilan hiburan yang tampil dalam Diklat 1 ini, namun unjuk tampil juga percobaan sains ‘mengembangkan balon tanpa meniup’ yang dibawakan oleh siswi thaifah Ali bin Abi Thalib. Hingga yang tak kalah seru adalah kultum menggugah bagi seluruh peserta yang mengolaborasikan bahasa Arab dan Indonesi. Kultum ini ditampilkan oleh ananda Moammmar Arru El Bardan siswa thoifah Umar Bin Khattab.

Ayah dan Bunda, rangkaian acara yang padat serta materi yang sangat bermanfaat selama dua hari penuh ini sama sekali tidak melelahkan. Hal ini karena materi dikemas dengan sangat apik dan diselingi oleh video serta tampilan siswa yang beragam tadi. Hingga akhirnya mampu mendorong para peserta untuk tetap bersemangat menjalani padatnya agenda diklat 1 selama 2 hari ini.

Ayah dan Bunda, ilmu yang didapatkan dalam Diklat 1 ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi seluruh peserta untuk menghantarka Ananda menjadi generasi penghafal Qur’an dan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, mari Ayah dan Bunda, serta para Ustaz dan Ustazah, terus bersemangat meningkatkan kualitas pendidikan agar sukses mewujudkan generasi khoiru ummah. Allahu akbar!