
Ananda shalih dan shalihah shaum Ramadhan itu memang berat dijalankan, apalagi jika cuaca sedang panas dan ada banyak kegiatan yang kita lakukan. Sebagaimana hari-hari biasa dimana rasa haus, lapar dan lemas rasanya pasti melekat erat dengan kita. Baru saja makan, eh sudah lapar lagi ingin kudapan. Hihi.
Namun ananda shalih dan shalihah meskipun begitu, ketika kita sungguh-sungguh menjalani shaum, nyatanya haus, lapar bahkan lemas bisa diatasi dengan baik. Bahkan tidak terasa lagi, kira-kira mengapa bisa begitu ya?
Jawabannya adalah karena kita lebih fokus pada balasan pahala yang dijanjikan Allah Swt bukan pada rasa lapar, haus dan lelah. Apalagi di dalam kitab Maqashid al-Shaum, Sulthan al-Ulama’, Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami mengatakan ada tujuh faidah atau keutamaan shaum di bulan Ramadan yang satu sama lainnya saling terkait, diantaranya:
1. Raf’u al-Darajat (Meninggikan Derajat)
2. Takfîr al-Khathi’at (Penghapus Kesalahan/Dosa)
3. Kasr al-Syahawat (Memalingkan/Mengalahkan Syahwat)
4. Taktsir al-Shadaqat (Memperbanyak Sedekah)
5. Taufir al-Tha’at (Memperbanyak/Menyempurnakan Ketaatan)
6. Syukr ‘Alim al-Khafiyyat (Bersyukur Mengetahui Kenikmatan Tersembunyi)
7. Al-Inzijar ‘an Khawathir al-Ma’ashi wa al-Mukhalafat (Mencegah Keinginan Bermaksiat dan Berlawanan)
Maasya Allah, pantas saja kita lebih tahan lapar dan haus ketika shaum karena kita lebih fokus pada banyaknya pahala, faidah dan keutamaan shaum Ramadhan. Yuk, ananda shalih dan shalihah semangat beramal shalih selama shaum di bulan Ramadhan ini!