Buat Orangtua Pahami Maksud Mendidik Anak

Buat Orangtua Pahami Maksud Mendidik Anak

MEMAHAMI “MAKSUD” MENDIDIK ANAK

Oleh: _Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc_

khoiruummah.id – Anak adalah buah hati orang tua, namun di balik itu, anak adalah amanah Ilahi yang harus dijaga oleh orang tua dan akan dipertanyakan besok pada hari pembalasan. Oleh karena itu, agar anak tetap menjadi penyejuk jiwa, orang tua hendaknya menjaga fitrahnya dan mendidiknya dengan baik menurut al-Qur’an dan as-Sunnah.

  • Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

_Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka._ (QS. at- Tahrim: 6)

Ibnu Katsir رحمه الله berkata: _“Perintahkan keluargamu agar mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perkara mungkar. Jangan biarkan mereka terlantar sehingga dimakan oleh api neraka pada hari kiamat._ (Tafsir Ibnu Katsir: 5/240)

Makna Dari Kata Maksud (Maqshuud)

Judul di atas terdapat kata _“maqshuud”_ yang diambil dari bahasa al-Quran. Penulisan Arabnya مقصود dan kata ini erat hubungannya dengan pendidikan anak. Mengapa? Karena di antara maknanya:

Jalan yang Lurus, berdasarkan firman Allah ﷻ:

وَعَلَى اللَّهِ قَصْدُ السَّبِيلِ

_Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus._ (QS. an-Nahl: 9)

Imam ath-Thabrani رحمه الله berkata, _“Qashdu as-Sabil” ialah jalan yang lurus, tidak bengkok._ (Tafsir ath-Thabari: 14/84)

Imam asy-Syaukani رحمه الله berkata, _“Qashdu as-Sabil artinya; hanya kepada Allah jalan yang harus ditempuh.”_ (Fathul Qadir 4/204)

Dengan makna di atas, maka orang tua harus menempuh jalan yang benar (lurus); yakni jalan yang telah Allah ﷻ tetapkan untuk mendidik anak kita semua.

Di antara maknanya adalah Tidak Sia-sia (Tidak kosong). Maksudnya, tatkala kita mengarahkan pendidikan anak kita jangan sampai sia-sia, apalagi setelah keluar dari pendidikan, lantas tidak bermanfaat bagi agamanya dan tidak bermanfaat pula untuk kebaikan akhlaknya.

Maqsuud juga bermakna Tujuan yang Utama. Seperti orang yang bertanya, _“Maksudmu apa?”_ yang berarti tujuan. Ini penting untuk diketahui oleh orang tua yang punya maksud baik untuk masa depan anaknya, harus nyata tujuannya, bukan sekadar masukkan anak ke sekolah karena mengikuti tetangga dan orang secara umum. Bukankah Rasulullah ﷺ mengingatkan kita pentingnya maksud/tujuan/niat. Rasulullah ﷺ bersabda:

_“Sesungguhnya amal perbuatan itu harus disertai niat, dan setiap perbuatan seseorang tergantung niatnya. Barangsiapa yang tujuan hijrahnya karena mengharap keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (pahalanya) kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, barangsiapa yang tujuan hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau demi seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya (pahalanya) adalah kepada apa yang diniatkan.”_ (HR. Muslim: 6/48)

Maknanya yang lain ialah Mengingatkan Agar Tidak Lupa. Kita memperhatikan maksud anak kita sekolah, berarti kita tidak boleh melupakan cita-cita, tujuan dan niat kita ketika menyekolahkan anak. Hal itu agar pendidikan anak kita tidak sia-sia dan tidak menyesal di kemudian hari. Semisal nampaknya sifat yang bertambah buruk dari anak kita, seperti durhaka, padahal telah kita sekolahkan. Tentu orang tua rugi dunia dan akhirat. Rugi di dunia karena orang tua sudah mengeluarkan biaya yang banyak, membesarkan anak mulai kecil sampai dewasa, menguras tenaga, pikiran dan harta, tetapi hasilnya nol. Rugi di akhirat, karena kita akan dimintai pertanggunganjawaban di hadapan Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

_“Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpin.”_ (HR. Bukhari: 4801)

Sumber : maribaja.com

====================

Head Office :

Taman Khoiru Ummah

Jl. Raden Kan’an. No. 58. RT 04/05. Tanah Baru. Kota Bogor

====================

Fanspage : Khoiru Ummah Media
Instagram : @khoiruummah_official
Youtube : Khoiru Ummah Media
Twitter : @khoiruummah_id
Website : khoiruummah.id