
Tahukah kalian, rupanya sedekah pada bulan Ramadhan memiliki keistimewaan luar biasa sebagaimana riwayat sahabat Anas bin Malik RA:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya, “Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan,’ (HR At-Tirmidzi)
Para sahabat juga menyaksikan Rasulullah lebih sering berbagi pada bulan Ramadhan sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya, “Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim)
Namun apakah itu hanya kebaikan individu baginda Nabi? Ternyata bukan, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin kaum muslimin. Karena itu Rasulullah menjalankan tugasnya sebagai pemimpin yang melayani dan melindungi rakyatnya. Memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi sehingga bisa beribadah dengan maksimal di bulan Ramadhan. Tugas pemimpin sebagai pelindung dan pengayom ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,
إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ
“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai…” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)
Makna ungkapan kalimat “al-imamu junnah” adalah perumpamaan sebagai bentuk pujian terhadap imam yang memiliki tugas mulia untuk melindungi orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya sebagaimana dijelaskan al-Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Maasya Allah, berbagi dan melayani bukan hanya kebaikan indidivu semata namun merupakan karakteristik seorang pemimpin seperti baginda Nabi Saw.