Bahagia KU Menyambut Bulan Mulia

Ramadhan tiba semua bersuka cita, tua dan muda semua bahagia. Menjelang bulan Ramadhan maka bekal untuk persiapan ibadah harus disiapkan. Jika tidak maka kita kita akan kehilangan momen berharga ini. Adapun bekal untuk menyambut datangnya bulan mulia bukan sekedar stok makanan untuk berbuka.

Lalu bekal seperti apa yang perlu kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan? Antara lain berikut ini:

1. Bekal ilmu

Bekal ini sangat utama agar ibadah kita meraih manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. Sebagimana yang pernah dikatakan oleh ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Jika kita tidak mengetahui hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak. Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja.

2. Perbanyak taubat

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak taubat dan istighfar. Syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahullah, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61). Maka inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni.

Di antara do’a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do’a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Banyak memohon kemudahan dari Allah

Hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak bersedekaj, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya.
Adapun do’a yang bisa kita panjatkan untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah)

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran”. (HR. Tirmidzi).
Para siswa dan siswi Khoiru Ummah yang shalih dan shalihah pun bersuka cita menyambut Ramadhan dengan aneka lomba. Bukan hanya sekedar seru dan bahagia namun isi lombanya bermanfaat untuk bekal menjalani ibadah Ramadhan.
Semoga Allah ta’ala menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari tahun sebelumnya.