Bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemikiran Liberal? Lakukan Black Campaign!
Ayah dan Bunda, mendidik dan mangasuh anak saat ini bukan hal yang mudah. Banyak sekali tantangan yang dihadapi termasuk salah satunya adalah gempuran pemikiran liberal. Kekhawatiran ini bukan hanya disebabkan takut mereka menjadi korban namun juga menjadi pengusungnya.
Salah satunya adalah ide suka sesama jenis yang akhir-akhir ini makin masif diserukan dan mendapat banyak dukungan atas dasar kemanusiaan.
Ayah dan Bunda, dalam salah satu sesi saat Liqo Syawal Orangtua dan Guru, Ummu Khoir mengingatkan kembali peran kita sebagai orang tua dan guru yang melakukan tugas mulia berupa mendidik anak-anak. Terlebih dalam menghadapi tantangan zaman yang makin beragam. Perlu diingat kembali bahwa saat kita menanamkan pemahaman bahwa mereka adalah manusia pilihan yang diciptakan Allah Swt untuk menjalankan misi mulia, maka berikan pemahaman bahwa perilaku menyimpang seperti L687 adalah perilaku tercela yang bertentangan dengan fitrah penciptaan.
Hal yang bisa kita lakukan untuk membentengi mereka agar selalu melakukan perbuatan karena Allah antara lain:
1. Bangun komunikasi yang intens antara orangtua dan anak maupun antara guru dan murid agar anak-anak tidak coba-coba mencari tahu maupun melakukan hal yang menjurus.
2. Minimalisir pergaulan di dunia maya lewat media sosial, utamakan interaksi pergaulan diantara anak dilakukan secara langsung bersama orang-orang yang shalih.
3. Bergaul yang baik dengan siapa saja namun tetap selektif memilih teman dengan memilih teman yang shalih dan mengajak pada kebaikan. Beda halnya dengan racun pemikiran liberal saat ini yang menganjurkan berteman bebas tanpa batas.
4. Selain membangun pola pikir pada anak, lakukan black campaign pada pemikirian liberal. Dengan melandaskan penilaian baik dan buruk hanya berdasar pada hak hidup dari Allah Swt bukan HAM.
Perlu kita kuatkan juga identitas diri sebagai seorang muslim yang patut disyukuri, dibanggakan dan terpatri menjadi identitas yang khas. Bukan malah menjadi ragu dengan istilah-istilah rancu yang seolah malu mengakui identitas tersebut.
Ayah dan Bunda, semoga langkah kita semakin teguh berlandaskan kidah Islam yang kokoh dalam membersamai proses pendidikan dan pengasuhan anak-anak dalam menghadapi serangan pemikiran liberal.
