Site icon Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah

Antifragile, Kebutuhan Mendesak Anak Zaman Now

Ayah, Bunda serta para generasi muda, jiwa yang sehat serta mental yang tangguh dan kuat adalah hal mempengaruhi produktivitas seseorang termasuk generasi muda.

Namun sayangnya, saat ini gangguan kesehatan mental kerap menjangkiti generasi muda. Perasaan tertekan dan depresi seolah menjadi penyakit yang sulit disembuhkan. Hingga akhirnya menghantarkan generasi muda pada keputusasaan dan memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh UNICEF pada 5 Oktober 2021, jumlah generasi muda dari kalangan remaja dan anak-anak yang kesehatan mentalnya terganggu jumlahnya semakin meningkat. Keadaan seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, apalagi generasi muda memiliki peran penting dalam melanjutkan estafet perjuangan umat. Karena itu dibutuhkan generasi muda yang memiliki mental tahan banting atau antifragile.

Istilah antifragile ini sendiri dipopulerkan oleh Nassim Taleb dalam bukunya yang berjudul Antifragile: Things That Gain from Disorder. Antifragile diartikan memiliki mental yang tangguh dan tahan terhadap berbagai guncangan hidup. Sebelum dapat mencapai sikap antifragile, kita perlu meningkatkan resiliensi diri. Resiliensi dianggap sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi suatu kondisi dalam mengalami kesulitan.

Ayah dan Bunda serta para generasi muda, dalam pemahaman Islam yang direpresentatifkan Al Qur’an dan Hadis, konsep resiliensi berkaitan erat dengan pemaknaan kemampuan dalam menghadapi tantangan dan ujian dalam kehidupan dan dimiliki seorang manusia. Sejak berabad lalu Al Qur’an telah membahas resiliensi ini dalam QS ad Duha.

QS ad Duha ini berisi tentang pribadi Rasulullah Saw. Kegelisahan dan kesedihan yang dialami beliau alamiah terjadi apalagi disebabkan teror fisik dan psikis yang dilancarkan kuffar Quraisy kepada beliau dan para sahabatnya yang berusaha mencegah dan menghalangi dakwah Islam. Dalam kondisi yang tidak nyaman bahkan menekan ini Allah Swt bersumpah bahwa Allah Swt sama sekali tidak akan pernah meninggalkan nabi-Nya sendirian dan tidak akan pernah membiarkannya bersedih. Allah Swt menghibur Nabi Saw dengan mengingatkan janji-Nya yang pasti akan dipenuhi-Nya kelak. Menariknya, Allah Swt juga mengingatkan bahwa beliau telah dikaruniai berbagai kenikmatan yang sangat berharga.

Ayah dan Bunda serta para generasi muda penerus estafet perjuangan, berpegang teguhlah Al Qur’an dan as Sunnah sebagaimana pesan baginda Nabis Saw. Insya Allah keduanya akan menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam membentuk pribadi antifragile untuk memghadapi tantangan zaman now.