Ibadah Sepanjang HayatKU
Beberapa hari ini kita asyik turut menyaksikan balapan motor internasional di lintasan sirkuit. Ikut bersorak saat jagoan sukses melintasi lap demi lap yang ditentukan. Pun ikut gemas saat jagoan disalip lawan, bahkan sampai lemas saat ia jauh tertinggal di belakang.
Namun, seantusias itu kah kita menjalani hidup? Apakah semangat itu ikut hadir saat kita melakoni peran sebagai hamba Allah? Apakah kita merasa gemas dan kecewa saat meninggalkan ibadah?
Padahal sejatinya ibadah dilakukan sepanjang hayat bukan hanya sesaat saat ingat. Peran sebagai hamba Allah (ibad) lah yang semestinya kita lakukan dengan sungguh-sungguh bukan sekedarnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
” الْعِبَادَةُ ” هِيَ اسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ اللَّهُ وَيَرْضَاهُ : مِنْ الْأَقْوَالِ وَالْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ وَالظَّاهِرَةِ
“Ibadah adalah istilah yang mencakup segala yang Allah cintai dan ridai berupa perkataan dan perbuatan yang batin maupun lahir.”
[Sumber: Majmu’ah al-Fatawa, jilid 10, hlm. 149]
Dalam agenda Khoiru Ummah Annual Meeting (KUAM) 2022 seluruh peserta yang merupakan pengelola Khoiru Ummah dari seluruh cabang di Indonesia bersujud dan berdoa sama di sepertiga malam. Bersama-sama dalam munajatnya memuji pada Rabb yang menegakkan langit, bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Membenarkan janji dan pertemuan kelak dengan-Nya, hanya kepada-Nya pula tempat kembali dan berserah sepenuhnya. Bersama memohon ampun atas setiap dosa yang telah lalu dan kemudian, yang nampak maupun yang disembunyikan. Memohon agar mampu menjalani amanah mendidik generasi penghafal Al Qur’an dan berserah diri sepenuhnya hanya kepada Rabb semesta alam.
Ayah dan Bunda serta para Ustadz dan Ustadzah, mari tengadahkan tangan kita untuk bermunajat bersama agar kita diberi kemampuan mendidik dan membersamai mereka serta menghadapi segala rintangan dan tantangan.







