Ya Allah, Aku Sandarkan Hidup dan Matiku Kepada-Mu

Belajar dan bekerja sepanjang hari tentu melelahkan, belum lagi kegiatan lainnya yang sangat menguras tenaga. Bukan kah begitu ananda shalih/ah serta Ayah dan Bunda?
Penat dan lelah akibat kegiatan-kegiatan ini akhirnya sering jadi alasan untuk melakukan refreshing atau healing sejenak. Namun apakah penat dan lelah hilang? Adakah cara lain untuk menghilangkan penat dan lelah ini?
Rupanya doa iftitah yang berulang kali kita baca saat menjalankan shalat adalah jawabannya. Doa yang dibaca setelah takbiratul ihram ini merupakan ketetapan dari Rasulullah Saw. Doa iftitah berisi ungakapan pujian atas kebesaran Allah Swt, juga berisik pengakuan atas kelemahan dan kelengahan kita sehingga memerlukan perlindungan dan pengampuanan dari-Nya.
Permohonan petunjuk agar diberikan akhlaq yang mulia dan dihindarkan dari berbagai akhlaq yang buruk, demikian keterangan yang terdapat dalam Ibanatul Ahkam.
Ibnu Umar radhiallahu anhu berkata bahwa pada suatu waktu kami shalat bersama Nabi Muhammad saw, tiba-tiba ada seorang jama’ah bersuara
“الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا”
lantas Rasulullah Saw bertanya “siapa yang mengatakan kalimat tadi?” orang yang bersuara tadi menjawa “saya Ya Rasul..!” Kemudian Rasulullah berkata “saya heran dengan kalimat itu, karena kalimat itu mampu membuka pintu-pintu langit”. Lalu Ibnu Umar berkata semenjak mendengar pernyataan Rasulullah itu (tentang doa iftitah) aku tidak pernah meninggalkan bacaan kalimat tersebut.
ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim”
Dalam kutipan ini jelas digambarkan bagaimana shalat, ibadah, hidup dan mati kita berada dalam genggaman Allah Swt. Maka sangat tepat jika kita menjadikan Allah Swt sebagai sandaran kita, bukan yang lain. Ananda shalih/ah serta Ayah dan Bunda, mari kita sandarkan sepenuhnya hidup kita pada Allah Swt dengan menaati segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.