Cinta Suci, Cinta yang Perlu Bukti

Siapa yang tidak sayang dan cinta pada orang tua, keluarga, guru dan temannya?  Pasti ananda shalih dan shalihah sayang pada semuanya. Alhamdulillah, atas nikmat yang Allah Swt berikan ini sehingga kita merasakan rasa sayang dan cinta ini.

Namun ananda shalih dan shalihah seperti halnya mengonsumsi makanan tidak thayyib yang mengakibatkan sakit. Rasa sayang dan cinta ini juga bisa berakibat buruk jika landasannya salah dan tidak disalurkan pada hal yang tepat. Contohnya seperti hari kasih sayang yang dirayakan setiap bulan Februari ini. Perayaan ini jelas bukan hal yang baik bahkan menjadi pintu pembuka maksiat. Apalagi perayaan tiap bulan Februari ini sama sekali tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw, juga tidak diperintahkan oleh Allah Swt.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﻋُﻤِﻠَﺖِ ﺍﻟْﺨَﻄِﻴْﺌَﺔُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ، ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻦْ ﺷَﻬِﺪَﻫَﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫَﻬَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﻤَﻦْ ﻏَﺎﺏَ ﻋَﻨْﻬَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻏَﺎﺏَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻓَﺮَﺿِﻴَﻬَﺎ، ﻛَﺎﻥَ ﻛَﻤَﻦْ ﺷَﻬِﺪَﻫَﺎ.

“Jika sebuah dosa dilakukan di muka bumi, maka siapa saja yang menyaksikannya lalu membencinya dia seperti orang yang tidak menyaksikannya, sedangkan orang yang tidak menyaksikannya namun meridhainya maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (al-Jami’ al-Shaghir, no. 689)

Ananda shalih dan shalihah, kita tidak boleh diam ketika melihat kemaksiatan. Jika kita diam artinya kita ridha menjadi saksi atas perbuatan tersebut. Sikap penolakan dan kebencian kepada perbuatan mungkar dan maksiat adalah karena dorongan iman. Para penghafal Al Qur’an harus berada di garda terdepan dalam memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar.

Dalam hal ini, kita harus menempatkan rasa cinta dan benci kita hanya karena Allah Swt. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud bahwa cinta dan benci karena Allah adalah wujud manisnya keimanan seorang mukmin.

Ananda shalih dan shalihah para penghafal Al Qur’an dan calon generasi pemimpin, yuk kita jadikan cinta dan benci karena Allah Swt dan Rasulullah Saw semata. Bukan karena hawa nafsu semata.