Menjalin Persahabatan Dunia dan Akhirat

Menjalin Persahabatan Dunia dan Akhirat

Apa yang paling dirindukan ananda dari sekolah selain belajar dan bertemu guru? Sebagian besar pasti rindu bertemu dan bermain dengan sahabatnya di sekolah. Apalagi setelah terpisah jarak selama lebih dari setahun akibat pandemi, pertemuan tatap muka sangatlah dinanti.

Menjalin persahabatan adalah fitrah sosial pada diri anak-anak. Persahabatan yang terjalin di antara mereka bukan main-main karena persahabatan adalah arena nyata merealisasikan nilai-nillai, nasihat, dan teladan yang didapatkan dari guru dan tuanya. Mulai dari mengendalikan ego, berempati, menyelesaikan konflik yang terjadi, hingga saling menyayangi.

Terkait ini Allah Swt juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Bersahabat bersama orang-orang yang shalih bukan hanya dijalin di dunia, namun insya Allah kekal hingga akhirat nanti. Apalagi jika selama persahabatan itu terjalin selalu diiringi saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaatan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah yang berkata,

من صَدَقَ فِي أخوة أخيه قَبل عِلَلَهُ، ‏وَسَدَّ خَلَلَهُ، ‏وَغفر زَللَـه.

“Siapa yang jujur dalam menjalin ukhuwah dengan saudaranya, dia akan menerima kekurangannya, menutupi kelemahannya, dan memaafkan kesalahannya.”

[Sumber: Tahdzibul Asma’ wal Lughat, jilid 1, hlm. 55]

Ayah dan Bunda, mari terus dampingi ananda agar senantiasa menjadikan Islam sebagai landasan dan standar kebaikan dalam persahabatan yang mereka jalin. Menjadikan Rasulullah Saw sebagai teladan terbaik, serta siap menjadi yang terdepan dalam melakukan amal shalih.