Melahirkan Generasi Sa’ad Bin Abi Waqash di Era Serba Mager

Siapa yang tidak kenal dengan Sa’ad bin Abi Waqqash?
Sa’ad adalah orang pertama yang melesatkan anak panahnya di jalan Allah Swt. Sa’ad adalah pemanah ulung yang bidikan panahnya tidak pernah meleset. Hal ini berkat doa Rasulullah Saw yang mendoakan agar bidikan Sa’ad tidak pernah meleset. Sa’ad ikut serta dalam Perang Badar, Uhud hingga penaklukan Irak. Maasya Allah!
Nah, kali ini kita akan berkenalan dengan Sa’ad bin Waqqash masa kini yaitu ananda Abdul Hafidz Khusaini. Ananda Hafidz yang gemar melakukan panahan ini merupakan siswa Khoiru Ummah Unit Wonoayu Jawa Timur. Meski usia ananda Hafidz masih 10 tahun, namun sudah banyak menorehkan prestasi dalam bidang panahan lho. Salah satunya adalah top score ke-2 tingkat Jawa dalam event Starjava Surabaya dan juara 3 di Khalifa. Alhamdulillah, hadza min fadli rabbi.
Awal mula Ananda Hafidz menyenangi panahan karena mengikuti jejak ayahnya yang lebih dahulu berkecimpung di dalam panahan. Hafidz yang memang aktif ini makin menyenangi panahan setelah dikenalkan, karena itu Hafidz ikut bergabung dalam klub panahan. Selama belajar ini rupanya bukan hanya diajarkan agar pandai memanah namun Hafidz juga diajarkan adab serta apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalamnya. Terlebih panahan ini adalah olahraga sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Saw, tentu bukan hanya sekedar olahraga namun banyak kebaikan di dalamnya. Maasya Allah!
Melihat kisah Hafidz yang meneladani Sa’ad bin Abi Waqqash ini tentu bukan hanya membuat kita berdecak kagum. Namun, pastinya menambah semangat kita agar ikut bangun dan bergerak untuk meneladani Rasulullah Saw dan para sahabatnya dalam mengukir prestasi gemilang dalam sejarah peradaban Islam.
Yuk teman-teman, jangan hanya berdiam diri. Saatnya kita bangun untuk mempersiapkan dan mengukir prestasi gemilang demi bangkitnya peradaban Islam.