Kita Adalah Umat Dan Generasi Terbaik
#ALLAH MEMILIH KITA SEBAGAI UMAT DAN GENERASI TERBAIK
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Khoiruummah.id — Allah SWT memuliakan manusia, melebih makhluk yang lain, bahkan malaikat sekalipun. Allah berikan kepada Adam ‘Alaihissalam amanah, yang tak sanggup dipikul oleh langit dan bumi.
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya Kami tawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung, tetapi mereka enggan untuk memikulnya, dan mereka pun khawatir tidak sanggup melaksanakannya. Lalu, amanah itu diemban oleh manusia, padahal manusia adalah makhluk yang sangat zalim dan bodoh.” [Q.s. al-Ahzab: 72]
Dia jadikan Adam sebagai Khalifah-Nya di muka bumi, dan Dia bekali Adam dengan ilmu tentang berbagai hal. Sesuatu yang membuatnya dimuliakan, bahkan oleh Malaikat.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ، وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ، قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ، قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ، وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Dan, ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Mereka [Malaikat] bertanya, “Apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang akan membuat kerusakan di sana, dan menumpahkan darah? Padahal, Kami selalu bertasbih, memuji dan mensucikan-Mu.” Dia berfirman, “Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu.” Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian Dia mengemukakannya kepada para Malaikat. Dia bertitah, “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama mereka itu, jika kalian memang benar.” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, kami tidak mempunyai ilmum sedikit pun, kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Engkau Dzat yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Dia berfirman, “Wahai Adam, sampaikan kepada mereka nama-nama mereka.” Ketika Adam telah menyampaikan kepada mereka [Malaikat] nama-nama mereka, Dia berfirman, “Bukankah Aku telah sampaikan kepada kalian, bahwa Aku Maha Tahu tentang perkara yang gaib di langit dan bumi. Aku pun Maha Tahu apa yang kalian tampakkan, dan kalian sembunyikan.” Dan, ketika Kami katakan kepada para Malaikat, “Sujudlah kepada Adam.” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Dia tidak mau, dan menyombongkan diri. Dia itu Kafir.” [Q.s. al-Baqarah: 30-34]
Begitu istimewanya manusia, makhluk yang zalim dan bodoh itu, dipilih oleh Allah untuk dijadikan Khalifah, dan diberi amanah, yang tak diberikan kepada yang lain. Keistimewaannya, karena dia dianugerahi akal dan nafsu, tetapi dia sanggup menggunakan akal dan potensinya untuk menyembah, taat dan patuh kepada-Nya.
Jika Malaikat baik, dan tidak pernah maksiat, karena Malaikat diberi akal, tetapi tidak mempunyai nafsu seperti manusia, sehingga mereka tidak pernah maksiat. Beda dengan manusia yang mempunyai nafsu dan akal. Itulah uniknya manusia. Maka, ketika manusia bisa mengendalikan nafsunya dengan akalnya, sehingga menjadi manusia taat dan patuh kepada-Nya, maka bukan hanya manusia yang memuliakannya, bahkan Malaikat pun hormat kepadanya.
Karena itu, Allah memilih para Nabi dari kalangan manusia, bukan Malaikat, bukan pula Jin, maupun yang lain. Dalam hadits shahih, yang dinukil oleh al-Hafidz Ibn al-Qayyim al-Jauziyah, dari Ibn Hibban, dalam kitabnya, Zad al-Ma’ad, jumlah Nabi itu ada 124,000 orang. Dari mereka, dipilih 313 Rasul. Dari 313 orang Rasul dipilih 5 orang Ulu al-‘Azmi, Rasul yang mempunyai tekad dan kesabaran yang luar biasa. Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad.
Dari 5 orang Ulu al-‘Azmi itu, Allah pilih dua orang menjadi kekasih setia-Nya [Khalilu-Llah]. Mereka adalah Ibrahim ‘Alaihissalam dan Muhammad Shalla-Llahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan dari dua orang kekasih setia-Nya, hanya ada satu nama yang Dia sematkan namanya, bahkan sebelum kelahirannya. Namanya, sudah terpatri di Lauh al-Mahfudz, saat Adam bertawassul dengan namanya untuk memohon ampunan-Nya, setelah memakan buah “Khuldi”.
Dialah, “Muhammad Shalla-Llahu ‘Alaihi wa Sallam”, yang namanya disandingkan dengan nama-Nya, “La Ilaha Illa-Llah, Muhammad Rasulullah.” Nama yang sebelumnya belum pernah digunakan oleh siapapun, kecuali dia. Nama, yang memang pantas disandangnya, karena, “Muhammad”, yang mengikuti wazan, “Fa’ala” [dengan ditasydid ‘Ain Fi’il-nya] mempunyai konotasi “Mubalaghah” [luar biasa] dan “Taktsir” [berlipat], yang berarti orang yang dipuji karena kebaikannya yang tak terbatas. Begitulah, nama itu disematkan kepadanya.
Umatnya pun dipilih oleh Allah, sebagai umat terbaik, “Kalian adalah umat terbaik, yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia.” [Q.s. Ali ‘Imran: 110]
Iya, baginda Shalla-Llahu ‘Alaihi wa Sallama benar-benar berhasil mencetak generasi terbaik dalam sepanjang sejarah umat manusia. Generasi-generasi yang membuat Malaikat pun takjub kepadanya. Melalui tangan mereka, 2/3 dunia akhirnya berhasil mereka kuasai, karena dunia tak ada di dalam hati mereka. Karena di dalam hati mereka hanya ada Allah dan Hari Akhirat. Mereka dijuluki, “Farsanan Nahar wa Ruhban al-Lail.” [Para kesatria di siang hari, dan rahib di malam hari]
Tetapi, setelah Khilafah runtuh, generasi terbaik itu nyaris ditelan bumi. Tetapi, melalui lisan Nabi-Nya, Dia menuturkan bahwa akan ada generasi yang satu orang nilainya mengalahkan lima puluh sahabat. Generasi inilah yang disebutnya sebagai, “Ikhwan [teman] Nabi”. Mereka bukan sahabat, karena tidak pernah membersamai Nabi. Tetapi, mereka memiliki kepribadian seperti para sahabat, meyakini dan membenarkan risalahnya, dan memperjuangkannya dalam kehidupan sebagaimana generasi terbaik sebelumnya.
Insya Allah generasi itu akan kembali lagi. Generasi itu harus kita lahirkan, bukan kita tunggu.
Ya Rabb, anugerahkanlah kekuatan dan kemampuan kepada kami untuk mewujudkannya. Tolonglah kami, ya Rabb..
=====================
Head Office :
Taman Khoiru Ummah
Jl. Raden Kan’an. No. 58. RT 04/05. Tanah Baru. Kota Bogor
====================
Fanspage : Khoiru Ummah Media
Instagram : @khoiruummah_official
Youtube : Khoiru Ummah Media
Twitter : @khoiruummah_id
Website : khoiruummah.id
